Salam

Assalamu Allaikum

Monday, 21 March 2016

Tugas Softskill- International Accounting


BAB VI
TRANSLASI MATA UANG ASING

Untuk dapat menginterpretasikan laporan proforma perusahaan-perusahaan secara tepat, pembaca harus mengerti terebih dahulu mengenai dasar keuntungan dan kerugian mata uang asing, bagaimana hal tersebut diperoleh, dan apa artinya. Untuk memfasilitasi pengertian hal tersebut, kita akan mulai dengan sebuah penelitian tentang mengapa translasi mata uang asing tersebut dibutuhkan.
ALASAN TRANSLASI MATA UANG ASING
Banyak permasalahan yang berhubungan dengan translasi mata uang asing muncul dari fakta bahwa nilai relatif mata uang asing hampir tidak pernah stabil. Tingkat variabelitas nilai tukar, dikombinasikan dengan perbedaan antara metode translasi mata uang asing dan penanganan terhadap translasi mata uang asing keuntungan dan kerugian, semakin mempersulit untuk dapat membandingkan hasil suatu perusahaan dengan prusahaan lainnya, ataupun perbandingan dalam suatu perusahaan dari periode satu dengan periode lainnya. Dalam keadaaan ini sebuah tantangan bagi sebuah perusahaan multinational untuk memberikan penjelasan yang informatif mengenai hasil operasional dan posisi keuangan.
Terdapat tiga alasan tambahan dalam translasi mata uang asing : mencatat transaksi mata uang asing, mempehitungkan efeknya perusahaan terhadap translasi mata uang`, dan berkomunikasi dengan peminat saham asing. Transaksi mata uang asing seperti pembelian produk dari cina oleh importer kanada harus ditranslasikan mata uangnya karena laporan keuangan tidak dapat dipersiapkan dari pembukuan yang menggunakan lebih dari satu mata uang.
LATAR BELAKANG DAN TERMINOLOGI
Translasi mata uang asing tidaklah sama dengan konversi, yaitu translasi mata uang secara fisik. Translasi mata uang asing merupakan translasi sederhana dalam ekspresi moneter, seperti saat neraca menggunakan poundsterling Inggris kemudian disajikan ulang dalam padanannya dolar AS. Tidak terjadi translasi secara fisik, dan tidak da transaksi yang dapat dihitung seperti pada koversi
Mata uang pada perdagangan negara-negara utama dibeli atau dijual pada pasar global. Peserta pasar termasuk bank dan perantara keuangan lainnya, perusahaan bisnis, individu, dan pedagang internasional dihubungkan oleh jaringan komunikasi modern.
Transaksi mata uang asing bisa terjadi langsung di pasar spot, pasar forward, atau pasar swap. Nearaca hasil translasi mata uang asing dilakukan bai dengan translasi langsung ataupun translasi tidak langsung.
Translasi pada pasar forward adalah persetujuan untuk mentranslasikan sejumlah mata uang yang telah ditetapkan untuk masa yang akan datang. Sedangkan transaksi forward melibatkan pembelian spot dan penjualan forward yang simultan berjaga-jaga terhadap pergerakan nilai tukar yang tidak stabil.
MASALAH
Jika nilai tukar mata uang asing relatife stabil, translasi mata uang asing keuangan tidak akan lebih sulit dari pada menstranslasikan per inchi atau kaki terhadap padananya metric tersebut. Permasalahanya adalah bagaimanapun nilai tukar tidak stabil. Hal ini akan menciptkan keuntungan dan kerugian atas translasi mata uang asing.
EFEK LAPORAN KEUANGAN TERHADAP KURS ALTERNATIF TRANSLASI MATA UANG ASING
Tiga kurs translasi dibawah ini dapat digunakan untuk mentranskasikan neraca mata uang asing terhadap mata uang domestik. Pertama, kurs saat ini, adalah kurs yang berlaku pada tanggal laporan keuangan. Kedua, adalah kurs historis, yang merupakan translasi mata uang yang berlaku saat aset dengan mata uang asing pertama kali didapatkan atau asaat kewajiban dengan mata uang asing pertama kali muncul. yang terakhir, kurs rata-rata, yaitu nilai rat-rata biasa atau dengan pembobotan naik pada kurs historis atau saat itu.

Apakah pengaruh laporan keuangan jika menggunakan kurs historis sebagai kebalikan terhadap translasi kurs saat ini sebagai koefisien trnslasi mata uang asing? Kurs historis pada umumnya menjaga padanannya biaya awal item mata uang asing dalam laporan keuangan domestik. Penggunan kurs historis menjaga laporan keuangan dari keuntungan atau kerugian translasi mata uang asing, yaitu  dari kenaikan dan penurunan padananya dolar pada neraca mata uang asing berkaitan dkengan fluktuasi dalam nilai tukar mata uang asing diantara periode pelaporan.
Disini kita harus membedakan antara keuntungan dan kerugian translasi mata uang asing dengan keuntungan dan kerugian transaksi dimana keduanya merupakan keuntungan kerugian translasi mata uang asing. Transaksi mata uang asing muncul saat penjualan maupun pembelian produk yang pembayaranya dilakuan dengan menggunakan mata uang asing. Translasi mata uang asing dibutuhkan untuk mencapai catatan pembukuan keuangan dalam laporan perusahaan.
Tabel dibawah ini menggambarkan perbedaan antara keuntungan kerugian translasi mata uang asing dengan transaksi.
https://alena19.files.wordpress.com/2012/04/new-picture-1.png?w=300&h=167



Transaksi Mata Uang Asing
Perbedaan karakteristik pada transaksi mata uang asing adalah perjanjian yang dipengaruhi oleh mata uang asing. Transaksi mata uang asing mungkin menggunakan satu mata uang akan tetapi dihitung dengan mata uang lain. Untuk mengerti alasanya, pertama-tama pertimbangkan gagasan mengenai mata uang fungsional. Tabel dibawah ini mengindentifikasikan keadaan yang membenarkan penggunaan mata uang local atau induk perusahaan sebagai mata uang fungsional.
Faktor Ekonomi
Mata Uang Lokal sebagai Mata Uang Fungsional
Mata Uang Induk Perusahaan sebagai Mata Uang Fungsional
Arus Kas
Menggunakan mata uang local dan tidak berpengaruh terhadap arus kas
Berpengaruh secara langsung terhadap arus kas dan dikembalikan ke induk perusahaan
Harga Jual
Sangat tidak peduli dengan tingkat perubahan nilai tukar dan diatur oleh kompetisi local
Responsif terhadap perubahan nilai tukar dan dilakukan oleh kompetisi internasional
Harga Pasar
Kebanyakan pada negara adidaya dan menggunakan mata uang local
Kebanyakan pada negara induk dan menggunakan mata uang negara induk
Anggaran Biaya
Sering terjadi pada daerah local
Sangat berkaitan dengan faktor produktif yang diberikan dari induk perusahaan
Keuangan
Menggunakan mata uang local dan dilayani oleh operasional local
Diberikan oleh induk perusahaan atau bergantung pada induk perusahaan agar memenuhi kewajiban jangka panjang
Internal Perusahaan
Jarang, tidak ekstensif
Sering kali dan transaksi yang ekstensif

FAS No. 52 keputusan pihak yang berwenang AS pada akuntansi untuk mata uang asing, mengamanatkan persyaratan untuk transaksi mata uang asing
1. Pada tanggal transaksi diakui, setiap aset, kewajiban, pendapatan, beban, keuntungan atau kerugian yang muncul harus dihitung dan dicatat dalam mata uang fungsional dalam catatan secara keseluruhan dengan pengaruh nilai tukar pada saat itu.
2. Pada setiap tanggal neraca, neraca tercatat yang menggunakan mata uang selain mata uang fungsional ik pada pencatatan harus disesuaikan untuk menggambarkan nilai tuka saat itu.
Terdapat dua cara untuk melakukan pembukuan bagi keuntungan dan kerugian transaksi.
1.      Perspektif Transaksi Tunggal
Pada transaksi tunggal, penyesuaian nilai tukar (baik stabil atau tidak) dimasukkan sebagai penyesuaian terhadap pembukuan transaksi awal dengan alasan bahwa transaksi dan perjanjiannya merupakan kejadian tunggal
2.      Perspektif Ganda
Pada perspektif transaksi ganda, penerimaan piutang krona mempertimbangkan kejadian yang terpisah dari penjualan yang memberikan tambahan pendapatan. Untuk tujuan keseragaman FAS No.52 membutuhkan metode pembukuan transaksi ganda untuk transaksi mata uang asing.

TRANSLASI MATA UANG ASING

Perusahaan yang beroperasi secara global menggunakan berbagai metode untuk menunjukkan aset, utang, pendapatan dan beban dalam mata uang domestik yang dinyatakan dalam mata uang asing. Metode translasi mata uang asing seperti ini dapat diklasifikasikan ke dalam dua tipe: menggunakan metode nilai tukar mata uang asing tunggal dan metode nilai tukar mata uang asing ganda.




·         METODE NILAI TUKAR TUNGGAL
Metode ini mengaplikasikan nilai tukar tunggal, harga penutupan atau harga saat itu terhadap saham dan hutang asing. Pendapatan dan beban biasanya ditranslasikan oleh rata rata nilai tukar yang berlaku saat item itu diakui

Pada metode tunggal, laporan keuangan operasional asing (yang dilihat oleh induk sebagai kesatuan otonom) memiliki laporan domisili tersendiri: keadaan mata uang lokal dimana anak perusahaan berbisnis. Pernyataan gabungan menjaga keterhubungan laporan keuangan awal (seperti rasio keuangan) individu yang menggabungkan secara keseluruhan karena semua gabungan item laporan keuangan ditranslasikan dengan sebuah konstanta, yaitu hasil gabungan tersebut memperlihatkan perspektif nilai mata uang yang digunakan induk perusahaan. Beberapa orang salah dalam menggunakan metode ini karena menggunakan perspektif mata uang asing berlipat yang mengganggu tujuan dasar laporan keuangan gabungan.

·         METODE NILAI TUKAR GANDA

      Metode Current-Noncurrent
Pada metode ini, asset lancar yang dimiliki anak perusahaan saat itu dan utang lancer ditranslasikan ke dalam mata uang induk perusahaan mereka pada laporan keuangannya dengan kurs saat ini. Aset dan kewajiban noncurrent ditranslasikan pada kurs historis, Item  laporan laba rugi (kecuali untuk biaya depresiasi dan amortisasi) ditranslasikan pada aplikasi tingkat rata-rata operasional tiap bulan atau pada rata-rata dasar tambahan yang mencakup seluruh periode yang dilaporkan. Biaya depresiasi dan amortisasi ditranslasikan pada kurs historis dengan pengaruh saat modal yang dimiliki didapatkan.

      Metode Moneter-Nonmoneter

Metode ini menggunakan skema klasifikasi neraca untuk menukarkan nilai tukar mata uang asing yang sesuai. Aset dan kewajiban moneter (contoh: klaim dan kewajiban untuk membayar sejumlah tagihan dengan mata uang di masa yang akan datang) ditranslasikan dengan kurs saat ini. Item nonmoneter (aset tetap, investasi jangka panjang, dan persediaan) ditranslasikan dalam kurs historis. Item laporan laba rugi ditranslasikan dengan prosedur yang sama dengan yang dijelaskan dalam konsep current-noncurrent. Tidak seperti metode current-noncurrent, metode ini melihat aset dan kewajiban moneter sebagai risiko nilai tukar. Oleh karena item moneter dimasukkan dalam kas, penggunaan kurs saat ini untuk translasi mata uang asing, item tersebut menghasilkan padanannya mata uang domestik yang merefleksikan nilai yang dapat dicapai atau nilai penyelesaian. Hal tersebut juga merefleksikan perubahan dalam  mata uang domestik padanannya pada kewajiban jangka panjang dalam periode di mana nilai tukar berubah, menghasilkan indikator waktu atas efek nilai tukar.

      Metode Kurs Sementara

Dengan metode ini, translasi mata uang asing tidak merubah sifat sebuah item yang dihitung, hal tersebut hanya merubah unit peruntungannya saja. Dengan kata lain, translasi mata uang asing neraca disajikan ulang menggunakan mata uang item tersebut, tetapi bukan penilaian aktual. Pada GAAP AS, nilai kas dihitung berdasarkan jumlah yang dimiliki saat tanggal neraca. Piutang dan utang dinyatakan dalam jumlah yang diharapkan akan diterima atau dibayar pada waktu jatuh temponya. Aset dan kewajiban lain-lain dihitung dengan harga uang yang berlaku pada saat item diterima atau terjadi (harga perolehan). Persediaan dihitung berdasarkan harga yang lebih rendah antara biaya atau harga pasar. Pada metode kurs sementara, item moneter seperti kas, piutang dan utang ditranslasikan dalam kurs nilai saat itu. Item nonmoneter ditranslasikan pada kurs yang menjaga dasar perhitungan awal. Secara spesifik, aset yang dihitung harga perolehannya pada laporan pada mata uang asing ditranslasikan pada kurs historis, Pendapatan dan beban ditranslasikan pada kurs yang berlaku saat transaksi terjadi, walaupun kurs rata-rata disarankan apda saat transaksi pendapatan atau beban sangat besar.


PENGEMBANGAN AKUNTANSI TRANSLASI MATA UANG ASING

Praktik akuntansi translasi mata uang asing telah berkembang seiring waktu dalam respons terhadap meningkatnya kompleksitas operasional multinasional dan perubahan dalam sistem moneter internasional. Oleh karena inisiatif pelaporan keuangan di Amerikas Serikat merepresentasikan kejadian di negara lain, beberapa perspektif historis tentang Akuntansi Translasi Mata Uang Asing di Negara amerika sebagai berikut:

·         Pra 1965

Sebelum tahun 1965, praktik translasi mata uang asing masih dipandu oleh bab 12 dari Accounting Research Bulletin No 43, Pernyataan tersebut mengadvokasi metode current-noncurrent. Keuntungan dan kerugian transaksi ditambahkan secara langsung terhadap pendapatan. Keuntungan dan kerugian translasi mata uang asing dimasukkan dalam keuntungan selama periode yang ada. Kerugian translasi mata uang asing bersih diakui dalam pendapatan lancar, sementara keuntungan translasi mata uang asing ditangguhkan dalam akun tunda di neraca pembukuan dan digunakan untuk menutup kerugian translasi mata uang asing dalam periode yang akan datang.

·         1965-1975

ARB No. 43 memperbolehkan beberapa pengecualian khusus dalam metode current-noncurrent. Dalam keadaan khusus, persediaan dapat ditranslasikan dengan kurs historis. Utang jangka panjang terjadi untuk mendapatkan aset jangka panjang yang disajikan ulang dengan kurs saat ini saat terdapat perubahan besar dalam nilai tukar (kemungkinan permanen).

·         1975-1981

FASB mengeluarkan FAS no 8 pada tahun 1975. Pernyataan ini secara signifikan mengubah praktik perusahaan asing AS dalam memasukkan GAAP AS dengan menerima metode translasi mata uang asing kurs sementara. Sama pentingnya, penangguhan keuntungan dan kerugian translasi mata uang asing tidak diperbolehkan lagi. Keuntungan dan kerugian translasi mata uang asing dan transaksi harus diakui dalam pendapatan saat periode perubahan kurs.

·         1981-sekarang
FASB mengeluarkan Statement of Financial Accounting Standards no 52 tahun 1981 sebagai respons terhadap ketidak puasan masyarakat terhadap FAS No. 8.

GAMBARAN STANDAR NO. 52/STANDAR AKUNTANSI INTERNATIONAL 21
FAS 52 dan versi terbaru IAS 21 bertujuan untuk:
1. Menampilkan, dalam laporan keuangan gabungan, hasil keuangan dan keterhubungan dihitung dengan mata uang primer  yang dikonsolidasikan antara laporan induk dan anak perusahaan bisnis (dengan mata uang fungsional)

2. Menyediakan informasi yang secara umum kompatibel dengan efek ekonomi yang diharapkan pada perubahan nilai tukar pada ekuitas dan arus kas perusahaan.

Tujuan-Tujuan tersebut berdasarkan konsep mata uang fungsional. Ingat, kembali bahwa mata uang fungsional secara keseluruhan adalah mata uang ekonomi primer yang beroperasi dan menghasilkan arus kas. Lebih jauh, mata uang fungsional menunjukkan pilihan metode translasi mata uang asing yang digunakan untuk tujuan usaha gabungan dan disposisi keuntungan dan kerugian nilai tukar.

Translasi saat Mata Uang Lokal adalah Mata Uang Fungsional
Prosedur kurs saat ini yang digunakan adalah:
1)      Seluruh asset dan kewajiban asing yang ditranslasikan terhadap dolar menggunakan nilai tukar yang berlaku pada tanggal neraca; akun modal ditranslasikan pada kurs historis.
2)      Pendapatan dan beban ditranslasikan menggunakan nilai tukar yang berlaku pada waktu transaksi, walaupun nilai tukar rata-rata tambahan dapat digunakan untuk kelayakan.
3)      Keuntungan dan kerugian dilaporkan dalam komponen ekuitas gabungan pemegang saham yang terpisah. Penyesuaian nilai tukar tersebut tidak dimasukkan ke dalam laporan laba-rugi hingga operasional luar negeri telah terjual atau investasi telah diputuskan tidak bernilai.

            Translasi saat Mata Uang Induk Perusahaan adalah Mata Uang Fungsional
1)      Aset dan kewajiban serta item nonmoneter bernilai pada harga pasar saat itu ditranslasikan menggunakan nilai tukar yang berlaku pada saat laporan keuangan; item nonmoneter lainnya dan modal ditranslasikan pada kurs historis.
2)      Pendapatan dan beban ditranslasikan menggunakan nilai tukar rata-rata untuk periode kecuali item yang berhubungan dengan item nonmoneter (contoh: biaya penjualan dan beban depresiasi), yang ditranslasikan menggunakan kurs historis.
3)      Keuntungan dan kerugian translasi mata uang asing direfleksikan dalam pendapatan lancar.
Translasi saat Mata Uang Asing adalah Mata Uang Fungsional
Usaha gabungan asing mungkin akan tetap mencatat pembukuannya dalam satu mata uang asing saat mata uang fungsionalnya adalah mata uang asing lain. Dalam situasi ini, laporan keuangan akan dihitung ulang dari mata uang lokal ke dalam mata uang fungsional (metode kurs sementara) lalu ditranslasikan ke dalam dolar AS menggunakan metode kurs saat ini.
TRANSLASI MATA UANG ASING DAN INFLASI
Hubungan terbalik antara tingkat inflasi sebuah negara dengan nilai eksternal mata uangnya telah ditunjukkan secara empiris. Sehingga penggunaan kurs saat ini untuk mentranslasikan biaya asset nonmoneter yang bertempat dalam kondisi yang cenderung berinflasi akan menghasilkan padanannya mata uang domestik jauh di bawah nilai aslinya.  FASB memutuskan untuk menentang penyesuaian inflasi sebelum translasi mata uang asing, maka,  FAS No. 52 membutuhkan penggunaan dolar AS sebagai mata uang fungsional untuk operasional asing yang berdomisili di negara dengan tingkat inflasi yang sangat tinggi, yang akan mempertahankan nilai padanan dolar konstan terhadap aset dengan mata uang asing, karena mereka ditranslasikan pada kurs  historis (dengan metode kurs sementara).

TRANSLASI MATA UANG ASING DI MANA SAJA
Bagi yang awam terhadap ekonomi di Benua Amerika dan Eropa tentu tidak akan mengetahui bila Canadian Institute of Chartered Accountants (CICA), Accounting Standard Board Inggris serta International Accounting Standards Boards berpartisipasi dalam pertimbangan yang menghasilkan FAS No. 52, sehingga terdapat beberapa kesamaan dari Standar translasi mata uang asing di negara Kanada, Inggris dan Amerika. Berikut ini penjelasan mengenai translasi mata uang asing di beberapa belahan dunia:
·         Standar Kanada fokus pada utang asing jangka panjang. Di Kanada, keuntungan dan kerugian translasi mata uang asing ditangguhkan dan diamortisasi karena tidak diakui sebagai pendapatan. Kanada telah mengeluarkan berkas exposure draft kedua yang mengajukan eliminasi pendekatan penangguhan dan amortisasi
·         Di Inggris, bila anak perusahaan berada di negara dengan tingkat inflasi yang sangat tinggi dan mata uang fungsionalnya adalah mata uang lokal, laporan keuangan harus disesuaikan terlebih dahulu terhadap level harga saat itu lalu ditranslasikan menggunakan kurs saat ini., sementara di Amerika, dilakukan translasi dengan menggunakan metode kurs sementara.

·         Jepang mengubah standar mereka untuk menggunakan metode kurs saat ini pada semua kondisi, dengan penyesuaian translasi mata uang asing yang diperlihatkan pada neraca dalam ekuitas pemegang saham.



Jawaban Pertanyaan diskusi , latihan dan contoh kasus bab Translasi Mata Uang Asing dalam buku international accounting karangan Frederick D.S Choi dan Gerry K. Meek  (hal 274- 283)

v  Jawaban Pertannyaan Latihan

9.      Perusahaan A  berada di Negara A dan melaporkan dalam unit mata uang Negara A, yaitu apeso. Perusahaan B berada di Negara B dan melaporkan dalam unit mata uang Negara B, yaitu bol. Perusahaan A dan B memiliki Aset yang sama apeso 100 dan bol 100 pada awal dan akhir tahun. Pada awal tahun, tingkat nilai apeso 1= bol 1,25. Pada akhir tahun, nilai tukar apeso = bol 2. Tidak ada transaksi yang terjadi sepanjang tahun tersebut.

Diminta
a.    Kalkulasikan total asset yang dilaporkan oleh perusahaan A dan perusahaan B pada awal dan akhir tahun. Perusahaan mana yang akan mendapatkan keuntungan dan perusahaan mana yang akan merugi pada tahun tersebut ?
b.    Apakah jawaban anda untuk bagian (a) masuk akal ?  apakah akan berpengaruh jika pperusahaan A dan B bermaksud untuk mengembalikan asset dalam mata uang asing mereka dari pada disimpan untuk investasi diluar negeri ?
c.       Pelajaran apa yang didapatkan oleh para pengguna laporan dari semua ini ? apakah semuanya hanya permainan di permukaan saja ?

Jawaban (dijawab oleh Riski Apriyani/28212426):

a.       Perusahaan A mengalami kerugian sedangkan perusahaan B mengalami keuntungan.

Perusahaan A
Perusahaan B






Awal Tahun
Awal Tahun
Aset
100 apeso

Aset
100 apeso


100 bol


100 bol

Dimana
kurs awal tahun
1apeso:
1,25bol





Aset  A dan B awal tahun menjadi






Aset


Aset


100 apeso
: 100 apeso

100 apeso
: 125 bol

1000 bol
: 80 apeso

100 bol
:100 bol


180 apeso


225 bol







Dimana
kurs akhir tahun:
1apeso:
2bol





Aset  A dan B akhir tahun menjadi






Aset


Aset


100 apeso
: 100 apeso

100 apeso
: 200 bol

1000 bol
: 50 apeso

100 bol
Disimpan


150 apeso


300 bol


(30 apeso)


75 bol

Perusahaan A rugi
Perusahaan B untung

b.      Apabila perusahaan A dan B bermaksud untuk mengembalikan asset dalam mata uang asing mereka dari pada disimpan untuk investasi luar negeri maka akan terjadi kerugian pada perusahaan A sebesar (30 apeso) dan keuntungan bagi perusahaan B sebesar 75 bol.
c.   Hal ini menunjukan bahwa laporan keuangan akan menghasilkan keragu-raguan bagi perusahaan yang menggunakan mata uang yang lemah sebagai mata uang fungsionalnya. Karena perusahaan akan mengalami kerugian apabila mata uang fungsionalnya mengalami pelemahan.

KASUS 6-2 MENGATUR INVESTASI LEPAS PANTAI (OFFSHORE): MATA UANG SIAPA?

Offshore Investment Fund (OIF) bergerak di Fairfield, Connecticut, yang hanya bertujuan untuk memberikan jalan bagi para pemegang saham AS untuk berinvestasi dalam sekuritas Spanyol. Dana yang digunakan terdaftar dalam New York Stock Exchange (Bursa Saham New York). Perwakilannya adalah Shady Rest Bank and Trust Company, yang menjaga pembukuan dana. Pertanyaam untuk mata uang mana yang akan digunakan yang langsung muncul. Shady rest telah mempersiapkan buku neracanya dalam satuan euro, karena dananya merupakan dana negara yang ditanamkan hanya untuk sekuritas yang didaftarkan pada Madrid Stock Exchange. Sesudah itu, auditor keuangan menyatakan bahwa menurut mereka, mata uang fungsional haruslah dolar AS. Kasus ini didasarkan pada kejadian nyata. Nama-nama dan negara asal telah diganti.

PENGARUH KEPUTUSAN


Keputusan untuk menggunakan dollar AS sebagai mata uang fungsional untuk keuangan menciptakan kebingungan manajerial yang besar. Memang, pekerjaan penulisan ulang dan pengerjaan ulang transaksi akuntansi merupakan tugas yang sangat besar yang menghambat publikasi laporan keuangan tahunan. Konsep mata uang fungsional merupakan sebuah konsep asing di Spanyol, dan pengaruh dari pilihan mata uang fungsional  tidak jelas bagi para manajer. Akibatnya, tidak sampai bulan November mereka akhirnya mulai merasakan pengaruh pilihan mata uang pada hasil-hasil keuangan.
Kesulitan lain yang disebabkan oleh pilihan mata uang adalah 
                
a.  Shady Rest, dengan sekitar $300 Milyar dalam berbagai bentuk dana di manajemen, masih belum mengembangkan sistem akuntansi multi mata uang yang memadai. Sedangkan akuntansi untuk akuisisi sekuritas biasanya akan dicatat dalam sebuah masukan pembukuan sederhana, 3 masukannya diperlukan saat ini. Selain itu, pembeyaran uuntyuk pembelian sendiri bisa mempengaruhi laporan laba-rugi pada periode yang sedang berjalan.
b.   Masalah-masalah yang serius yang berhubungan dengan oprasi harian. Ketika sebuah transaksi dilakukan, manajer keuangan tidak mengetahui pengaruh keuangannya. Sebagai contoh, selama tahun pertama oprasi, manajer keuangan yakin bahwa penjualan portofolio telah menghasilkan keuntungan $1 juta. Ketika penjualan akhirnya muncul di laporan, keuntungan transaksi tertutup oleh kerugian mata uang sebesar $7juta .

PERTIMBANGAN UNTUK MEMILIH DOLLAR SEBAGAI MATA UANG FUNGSIONAL

Para auditor memberikan pertimbangan berikut untuk memilih dolar sebagai mata uang fungsional :
a. Penggunaan di Amerika Serikat
b. Didanai dengan modal pemegang saham AS
c. Dividen ditentukan dan dibayarkan dalam Dolar AS
d. Pelaporan keuangan menurut GAAP AS. Dan dalam dolar AS
e. Pembayaran administrasi dan laporan dihitung dalam asset bersih AS. Dan dibayarkan     
    dalam dolar AS.
f. Sebagian besar beban terjadi dan dibayarkan dalam dolar AS.
g.Catatan akuntansi disimpan dalam dolar AS.
h.Terkena pajak AS, SEC, Dan Regulasi Exchange Act tahun 1940.

Oleh karena keuangan diatur untuk diinvestasikan di Spanyol, dianggap bahwa pemegang saham Amerika Serikat tertarik dalam pengaruh perubahan tingkat translasi pada arus kas dan ekuitas dana; yaitu, Pemegang saham tidak berinvestasi di sekuritas Spanyol hanya karna hasil-hasil yang menarik, tapi juga karna memainkan permainan mata uang yang akan langsung mempengaruhi pengukuran arus kas dan ekuitas.    
                       
SUDUT PANDANG MANAJEMEN
Pihak manajemen tidak setuju dengan para auditor. Berikut ini bantahannya :
a. Penggabungan di Amerika Serikat dengan pemegang saham Amerika Serikat. FAS 52 jelas-jelas menyatakan bahwa mata uang fungsional harus ditentukan ole “lingkungan ekonomi utama dimana entitas tersebut beroperasi alih-alih oleh rincian teknis penggabungan”. Dengan cara yang sama, FAS 52 tidak menyatakan fakta bahwa perusahaan dimiliki pemegang saham AS dan membayarkan dividen dalam dolar AS yang relevan. Sebenarnya, FAS 52 lebih mengkhawatirkan regulasinya sendiri dengan perusahaan dan manajemennya alih-alih pemegang sahamnya.
b. Pelaporan keuangan dalam dolar AS menurut GAAP AS. Para auditor gagal membedakan pelaporan antara mata uang dan mata uang fungsional. Jelas bahwa dolar AS harus menjadi mata uang untuk pelaporan, tapi hal itu saja tidak berarti bahwa dolar AS merupakan mata uang fungsional.
c. Pembayaran beban tertentu dalam dolar. Pembayaran beban dalam dolar AS bukanlah alas an untuk menjadikannya sebagai mata uang fungsional. Sementara beban yang bernilai $8 juta untuk tahun 2007 terjadi dalam dolar AS, pendapatan lebih dari $100 juta didapatkan dalam Euro.
d. Pajak AS dan regulasi SEC. pertimbangan ini relevan untuk mata uang pelaporan, bukan mata uang fungsional.

Argumen  yang menentukan terhadap penggunaan dolar sebagai mata uang fungsional adalah bahwa dengan melakukannya tidak memberikan informasi yang dalam bahasa FAS 52, “secara umum sesuai dengan pengaruh ekonomi yang diharapkan akibat perubahan nilai tukar pada arus kas dan ekuitas suatu perusahaan”. Secara khusus, arus kas yang berasal dari kegiatan operasi dari dana sepenuhnya terletak di Spanyol setelah transfer awal dana yang dikeluarkan oleh modal dikumpulkan. Dana yang digunakan untuk membeli dan menjual investasi di Spanyol, dan menerima semua pendapatannya dari Spanyol. Jika mata uang fungsionalnya menggunakan euro, fluktuasi mata uang yang dicapai hanya diakui ketika uangnya dikembalikan ke Amerika Serikat. Praktik yang ada dalam “merealisasikan” laba atau kerugian translasi ketika, sebagai contoh, kas di Spanyol ditranslasikan untuk investasi yang dibeli di Spanyol akan salah dan menyesatkan.

Ambil sebuah contoh. Anggaplah bahwa perusahaan menanamkan EUR100.000.000 di sebuah bank Spanyol ketika nilai tukarnya adalah EUR1=$0,8496. Satu minggu kemudian ketika nilai tukarnya adalah EUR1= $0,8393 yang dicairkan pada hari yang sama, memutuskan bahwa investasinya tidak bijaksana. Dengan mengabaikan biaya transaksi, mereka memiliki EUR 100.000.000 di Madrid pada awal dan akhir minggu. Jika mata uang fungsionalnya adalah Euro, tidak ada laba/rugi yang terealisasai. Namun, translasi ke dolar yang menyebabkna kerugian mata uang sebesar $ 1.030.000, yang hanya akan dicapai ketika jumlahnya dikembalikan ke Amerika Serikat. Hal ini dapat disamakan dengan pembelian saham yang kemudian harganya jatuh. Jika dolar AS merupakan mata uang fungsional, transaksinya akan berakhir dengan kerugian terealisasi sebesar $ 1.030.000. hasil ini tidak masuk akal menurut pandangan arus kas manapun. Sebenarnya, hal ini menggaris bawahi bahwa, dengan tujuan mereka, pengaruh pada laba-rugi yang dilaporkan dengan menggunakan dolar AS sebagai mata uang fungsional sangat tidak masuk akal.

Nilai asset bersih ditentukan setiap minggu dalam dolar AS, dan dilaporkan kepada pemegang saham dalam dolar AS. Hal ini sepenuhnya sesuai dengan menggunakan dolar AS sebagai mata uang pelaporan yang tepat. Dengan menggunakan dolar sebagai mata uang fungsional menyatakan bahwa ada pilihan yang realistis dan praktis pada setiap transaksi pergerakan antara dolar dan euro. Anggapan ini sangat salah, dana hanya akan mengembalikanmodal dasarnya dalam dua kondisi yaitu : 1. likuidasi.  2. Sebagai sebuah cara sementara jika hasil Spanyol turun dibawah hasil AS.

DORONGAN UMUM TENTANG FAS 52

Bahasa FAS 52 menunjukkan bahwa penulisannya tidak menuliskan dengan referensi langsung  pada situasi seperti pada Offshore Investment Fund yang merupakan sebuah perusahaan yang menambahkan uang untuk tujuan tunggal menanamkannya di Negara lain. FAS 52 nampaknya ditulis dari sudut pandang perusahaan operasional yang terpisah dan jauh.
FAS 52 menegaskan mata uang fungsional dari sebuah entitas sebagai mata uang dari lingkungan ekonomi utama dimana entitas tersebut beroperasi. Anggaplah yayasan tersebut digabungkan di Malta dan sebagai sebuah entitas terpisah, meminjam dana dari induk perusahaan di AS, tempat akan terjadi dengan sendirinya. Jika hakikatnya adalah untuk menang atas bentuk, seseorang harus menyimpulkan bahwa euro harus tetap digunakan.

Paragraph 6 dari FAS 52 menyatakan, “untuk sebuah entitas dengan operasi yang mandiri dan berada dalam sebuah Negara tertentu, mata uang fungsional biasanya adalah mata uang Negara tersebut”. Pernyataan ini memperkuat aspek operasional yang mengatur pemilihan mata uang fungsional sangat salah untuk menyangkal bahwa operasi yayasn dilakukan di mana saja di Spanyol.
Paragraf 8 memperkuat anggapan bahwa “penilaian manajemen akan diperlukan untuk menentukan mata uang fungsional di mana hasil-hasil keuangan dan hubungan penggunaan mata uang diukur dengan tingkat relevansi dan relialibilitas tertinggi”.
Yang terakhir, paragraf 80 dan 81 menarik perbedaan yang sangat jelas yang memperkuat anggapan kita (manajemen). Paragraph 80 berisi :

Pada kelas pertama adalah operasi yang mandiri dan berada dalam sebuah Negara atau lingkungan ekonomi tertentu. Operasi harian yang bergantung pada lingkungan ekonomi dari mata uang fungsional induk perusahaan, operasi asing hanya menghasilkan dan membelanjakan mata uang asing. Arus kas bersih mata uang asing yang dihasilkannya bisa diinvestasikan kembali dan diubah serta diberikan kepada induk perusahaan. Untuk kelas ini, mata uang asing merupakan mata uang fungsional.

Definisi ini harus dibandingkan dengan paragraph 81, yang menyatakan :
Pada kelas kedua… operasi harian bergantung pada lingkungan ekonomi mata uang induk perusahaan, dan perubahan pada pengaruh langsung asset dan kewajiban individu dari entitas asing pada arus kas induk perusahaan. Untuk kelas ini, dolarAS merupakan mata uang fungsional.
Diminta.

1. Berdasarkan argumen-argumen yang ada, menurut anda apa yang harus menjadi mata uang fungsional dalam kasus ini.

Jawaban (dijawab oleh Riski Apriyani- 2821 2426)

Menurut pendapat kami mata uang fungsional yang digunakan adalah mata uang euro. Hal ini dikarenakan
  1.   Entitas dalam hal ini yang merupakan entitas (Shady Rest Bank and Trust Company) yang terintergrasi atau perpanjangan dari entitas induk. Hal ini sesuai yang di sebutkan FAS 52 paragraf 6 “Untuk entitas dengan operasi yang relatif mandiri dan terintegrasi dalam  negara tertentu, mata uang fungsional umumnya akan menjadi mata uang negara itu.  Namun, mata uang fungsional entitas asing mungkin bukan mata uang negara di  mana entitas berada. Misalnya, mata uang orang tua umumnya akan menjadi fungsional mata uang untuk operasi luar negeri yang merupakan komponen langsung dan integral atau perpanjangan operasi perusahaan induk
  2. Sesuai dengan definisi dari mata uang fungsional bahwa mata uang fungsional adalah mata uang pada lingkungan ekonomi utama dimana suatu entitas beroperasi . Spanyol merupakan lingkungan ekonomi utama karena dalam hal ini entitas (Shady Rest Bank and Trust Company) mendapapatkan pendapatan besih sebesar $100 juta yang didapatkan dalam euro walaupun sebagian besar beban dalam dolas AS namun  total beban hanya sebesar $8 juta untuk tahun 20X7.
  3. FAS 52 tidak menyatakan bahwa perusahaan dengan kepemilikan pemegang saham AS dan membayar deviden dalam dolar AS sebagai dasar dalam penetapan mata uang fungsional.

Sumber : Choi, Frederick D. S. dan Gary K. Meek. International Accounting. Buku 1 Edisi 6.2010: Salemba Empat