BAB VI
TRANSLASI MATA UANG ASING
Untuk
dapat menginterpretasikan laporan proforma perusahaan-perusahaan secara tepat,
pembaca harus mengerti terebih dahulu mengenai dasar keuntungan dan kerugian
mata uang asing, bagaimana hal tersebut diperoleh, dan apa artinya. Untuk
memfasilitasi pengertian hal tersebut, kita akan mulai dengan sebuah penelitian
tentang mengapa translasi mata uang asing tersebut dibutuhkan.
ALASAN TRANSLASI MATA UANG
ASING
Banyak permasalahan yang
berhubungan dengan translasi mata uang asing muncul dari fakta bahwa nilai
relatif mata uang asing hampir tidak pernah stabil. Tingkat variabelitas nilai
tukar, dikombinasikan dengan perbedaan antara metode translasi mata uang asing
dan penanganan terhadap translasi mata uang asing keuntungan dan kerugian,
semakin mempersulit untuk dapat membandingkan hasil suatu perusahaan dengan
prusahaan lainnya, ataupun perbandingan dalam suatu perusahaan dari periode
satu dengan periode lainnya. Dalam keadaaan ini sebuah tantangan bagi sebuah
perusahaan multinational untuk memberikan penjelasan yang informatif mengenai
hasil operasional dan posisi keuangan.
Terdapat tiga alasan
tambahan dalam translasi mata uang asing : mencatat transaksi mata uang asing,
mempehitungkan efeknya perusahaan terhadap translasi mata uang`, dan
berkomunikasi dengan peminat saham asing. Transaksi mata uang asing seperti
pembelian produk dari cina oleh importer kanada harus ditranslasikan mata
uangnya karena laporan keuangan tidak dapat dipersiapkan dari pembukuan yang
menggunakan lebih dari satu mata uang.
LATAR BELAKANG DAN TERMINOLOGI
Translasi mata uang
asing tidaklah sama dengan konversi, yaitu translasi mata uang secara fisik.
Translasi mata uang asing merupakan translasi sederhana dalam ekspresi moneter,
seperti saat neraca menggunakan poundsterling Inggris kemudian disajikan ulang
dalam padanannya dolar AS. Tidak terjadi translasi secara fisik, dan tidak da
transaksi yang dapat dihitung seperti pada koversi
Mata uang pada
perdagangan negara-negara utama dibeli atau dijual pada pasar global. Peserta
pasar termasuk bank dan perantara keuangan lainnya, perusahaan bisnis,
individu, dan pedagang internasional dihubungkan oleh jaringan komunikasi
modern.
Transaksi mata uang asing bisa terjadi langsung di pasar spot, pasar forward, atau pasar swap. Nearaca hasil translasi mata uang asing dilakukan bai dengan translasi langsung ataupun translasi tidak langsung.
Transaksi mata uang asing bisa terjadi langsung di pasar spot, pasar forward, atau pasar swap. Nearaca hasil translasi mata uang asing dilakukan bai dengan translasi langsung ataupun translasi tidak langsung.
Translasi pada pasar
forward adalah persetujuan untuk mentranslasikan sejumlah mata uang yang telah
ditetapkan untuk masa yang akan datang. Sedangkan transaksi forward melibatkan
pembelian spot dan penjualan forward yang simultan berjaga-jaga terhadap
pergerakan nilai tukar yang tidak stabil.
MASALAH
Jika nilai tukar mata
uang asing relatife stabil, translasi mata uang asing keuangan tidak akan lebih
sulit dari pada menstranslasikan per inchi atau kaki terhadap padananya metric
tersebut. Permasalahanya adalah bagaimanapun nilai tukar tidak stabil. Hal ini
akan menciptkan keuntungan dan kerugian atas translasi mata uang asing.
EFEK LAPORAN KEUANGAN TERHADAP
KURS ALTERNATIF TRANSLASI MATA UANG ASING
Tiga kurs translasi
dibawah ini dapat digunakan untuk mentranskasikan neraca mata uang asing
terhadap mata uang domestik. Pertama, kurs saat ini, adalah kurs yang berlaku
pada tanggal laporan keuangan. Kedua, adalah kurs historis, yang merupakan
translasi mata uang yang berlaku saat aset dengan mata uang asing pertama kali
didapatkan atau asaat kewajiban dengan mata uang asing pertama kali muncul.
yang terakhir, kurs rata-rata, yaitu nilai rat-rata biasa atau dengan
pembobotan naik pada kurs historis atau saat itu.
Apakah pengaruh laporan
keuangan jika menggunakan kurs historis sebagai kebalikan terhadap translasi
kurs saat ini sebagai koefisien trnslasi mata uang asing? Kurs historis pada
umumnya menjaga padanannya biaya awal item mata uang asing dalam laporan
keuangan domestik. Penggunan kurs historis menjaga laporan keuangan dari
keuntungan atau kerugian translasi mata uang asing, yaitu dari kenaikan dan penurunan padananya dolar
pada neraca mata uang asing berkaitan dkengan fluktuasi dalam nilai tukar mata
uang asing diantara periode pelaporan.
Disini kita harus
membedakan antara keuntungan dan kerugian translasi mata uang asing dengan
keuntungan dan kerugian transaksi dimana keduanya merupakan keuntungan kerugian
translasi mata uang asing. Transaksi mata uang asing muncul saat penjualan
maupun pembelian produk yang pembayaranya dilakuan dengan menggunakan mata uang
asing. Translasi mata uang asing dibutuhkan untuk mencapai catatan pembukuan
keuangan dalam laporan perusahaan.
Tabel dibawah ini
menggambarkan perbedaan antara keuntungan kerugian translasi mata uang asing
dengan transaksi.
Transaksi
Mata Uang Asing
Perbedaan karakteristik
pada transaksi mata uang asing adalah perjanjian yang dipengaruhi oleh mata
uang asing. Transaksi mata uang asing mungkin menggunakan satu mata uang akan
tetapi dihitung dengan mata uang lain. Untuk mengerti alasanya, pertama-tama
pertimbangkan gagasan mengenai mata uang
fungsional. Tabel dibawah ini mengindentifikasikan keadaan yang membenarkan
penggunaan mata uang local atau induk perusahaan sebagai mata uang fungsional.
|
Faktor Ekonomi
|
Mata Uang Lokal sebagai Mata Uang Fungsional
|
Mata Uang Induk Perusahaan sebagai Mata Uang
Fungsional
|
|
Arus Kas
|
Menggunakan mata uang
local dan tidak berpengaruh terhadap arus kas
|
Berpengaruh secara
langsung terhadap arus kas dan dikembalikan ke induk perusahaan
|
|
Harga Jual
|
Sangat tidak peduli
dengan tingkat perubahan nilai tukar dan diatur oleh kompetisi local
|
Responsif terhadap
perubahan nilai tukar dan dilakukan oleh kompetisi internasional
|
|
Harga Pasar
|
Kebanyakan pada negara
adidaya dan menggunakan mata uang local
|
Kebanyakan pada negara
induk dan menggunakan mata uang negara induk
|
|
Anggaran Biaya
|
Sering terjadi pada
daerah local
|
Sangat berkaitan
dengan faktor produktif yang diberikan dari induk perusahaan
|
|
Keuangan
|
Menggunakan mata uang
local dan dilayani oleh operasional local
|
Diberikan oleh induk
perusahaan atau bergantung pada induk perusahaan agar memenuhi kewajiban
jangka panjang
|
|
Internal Perusahaan
|
Jarang, tidak
ekstensif
|
Sering kali dan
transaksi yang ekstensif
|
FAS No. 52 keputusan
pihak yang berwenang AS pada akuntansi untuk mata uang asing, mengamanatkan
persyaratan untuk transaksi mata uang asing
1. Pada tanggal
transaksi diakui, setiap aset, kewajiban, pendapatan, beban, keuntungan atau
kerugian yang muncul harus dihitung dan dicatat dalam mata uang fungsional
dalam catatan secara keseluruhan dengan pengaruh nilai tukar pada saat itu.
2. Pada setiap tanggal
neraca, neraca tercatat yang menggunakan mata uang selain mata uang fungsional
ik pada pencatatan harus disesuaikan untuk menggambarkan nilai tuka saat itu.
Terdapat dua cara untuk melakukan pembukuan bagi keuntungan dan
kerugian transaksi.
1.
Perspektif Transaksi
Tunggal
Pada
transaksi tunggal, penyesuaian nilai tukar (baik stabil atau tidak) dimasukkan
sebagai penyesuaian terhadap pembukuan transaksi awal dengan alasan bahwa
transaksi dan perjanjiannya merupakan kejadian tunggal
2.
Perspektif Ganda
Pada
perspektif transaksi ganda, penerimaan piutang krona mempertimbangkan kejadian
yang terpisah dari penjualan yang memberikan tambahan pendapatan. Untuk tujuan
keseragaman FAS No.52 membutuhkan metode pembukuan transaksi ganda untuk
transaksi mata uang asing.
TRANSLASI
MATA UANG ASING
Perusahaan yang beroperasi
secara global menggunakan berbagai metode untuk menunjukkan aset, utang,
pendapatan dan beban dalam mata uang domestik yang dinyatakan dalam mata uang
asing. Metode translasi mata uang asing seperti ini dapat diklasifikasikan ke
dalam dua tipe: menggunakan metode nilai tukar mata uang asing tunggal dan
metode nilai tukar mata uang asing ganda.
·
METODE NILAI
TUKAR TUNGGAL
Metode ini mengaplikasikan nilai tukar tunggal, harga
penutupan atau harga saat itu terhadap saham dan hutang asing. Pendapatan dan
beban biasanya ditranslasikan oleh rata rata nilai tukar yang berlaku saat item itu diakui
Pada metode tunggal, laporan keuangan operasional
asing (yang dilihat oleh induk sebagai kesatuan otonom) memiliki laporan
domisili tersendiri: keadaan mata uang lokal dimana anak perusahaan berbisnis.
Pernyataan gabungan menjaga keterhubungan laporan keuangan awal (seperti rasio
keuangan) individu yang menggabungkan secara keseluruhan karena semua gabungan item laporan keuangan ditranslasikan
dengan sebuah konstanta, yaitu hasil gabungan tersebut memperlihatkan
perspektif nilai mata uang yang digunakan induk perusahaan. Beberapa orang
salah dalam menggunakan metode ini karena menggunakan perspektif mata uang
asing berlipat yang mengganggu tujuan dasar laporan keuangan gabungan.
·
METODE NILAI
TUKAR GANDA
Metode
Current-Noncurrent
Pada metode ini, asset lancar yang dimiliki anak
perusahaan saat itu dan utang lancer ditranslasikan ke dalam mata uang induk perusahaan
mereka pada laporan keuangannya dengan kurs saat ini. Aset dan kewajiban noncurrent ditranslasikan pada kurs
historis, Item laporan laba rugi (kecuali untuk biaya
depresiasi dan amortisasi) ditranslasikan pada aplikasi tingkat rata-rata
operasional tiap bulan atau pada rata-rata dasar tambahan yang mencakup seluruh
periode yang dilaporkan. Biaya depresiasi dan amortisasi ditranslasikan pada
kurs historis dengan pengaruh saat modal yang dimiliki didapatkan.
Metode Moneter-Nonmoneter
Metode ini menggunakan skema klasifikasi neraca untuk
menukarkan nilai tukar mata uang asing yang sesuai. Aset dan kewajiban moneter
(contoh: klaim dan kewajiban untuk membayar sejumlah tagihan dengan mata uang
di masa yang akan datang) ditranslasikan dengan kurs saat ini. Item nonmoneter
(aset tetap, investasi jangka panjang, dan persediaan) ditranslasikan dalam
kurs historis. Item laporan laba rugi ditranslasikan dengan prosedur yang sama
dengan yang dijelaskan dalam konsep current-noncurrent.
Tidak seperti metode current-noncurrent, metode
ini melihat aset dan kewajiban moneter sebagai risiko nilai tukar. Oleh karena item moneter dimasukkan dalam kas,
penggunaan kurs saat ini untuk translasi mata uang asing, item tersebut menghasilkan padanannya mata uang domestik yang
merefleksikan nilai yang dapat dicapai atau nilai penyelesaian. Hal tersebut
juga merefleksikan perubahan dalam mata
uang domestik padanannya pada kewajiban jangka panjang dalam periode di mana
nilai tukar berubah, menghasilkan indikator waktu atas efek nilai tukar.
Metode Kurs Sementara
Dengan metode ini, translasi mata uang asing tidak
merubah sifat sebuah item yang dihitung, hal tersebut hanya merubah unit
peruntungannya saja. Dengan kata lain, translasi mata uang asing neraca
disajikan ulang menggunakan mata uang item tersebut, tetapi bukan penilaian
aktual. Pada GAAP AS, nilai kas dihitung berdasarkan jumlah yang dimiliki saat
tanggal neraca. Piutang dan utang dinyatakan dalam jumlah yang diharapkan akan
diterima atau dibayar pada waktu jatuh temponya. Aset dan kewajiban lain-lain
dihitung dengan harga uang yang berlaku pada saat item diterima atau terjadi
(harga perolehan). Persediaan dihitung berdasarkan harga yang lebih rendah
antara biaya atau harga pasar. Pada metode kurs sementara, item moneter seperti
kas, piutang dan utang ditranslasikan dalam kurs nilai saat itu. Item
nonmoneter ditranslasikan pada kurs yang menjaga dasar perhitungan awal. Secara
spesifik, aset yang dihitung harga perolehannya pada laporan pada mata uang
asing ditranslasikan pada kurs historis, Pendapatan dan beban ditranslasikan
pada kurs yang berlaku saat transaksi terjadi, walaupun kurs rata-rata
disarankan apda saat transaksi pendapatan atau beban sangat besar.
PENGEMBANGAN
AKUNTANSI TRANSLASI MATA
UANG ASING
Praktik akuntansi translasi mata uang asing telah
berkembang seiring waktu dalam respons terhadap meningkatnya kompleksitas
operasional multinasional dan perubahan dalam sistem moneter internasional.
Oleh karena inisiatif pelaporan keuangan di Amerikas Serikat merepresentasikan
kejadian di negara lain, beberapa perspektif historis tentang Akuntansi
Translasi Mata Uang Asing di Negara amerika sebagai berikut:
·
Pra 1965
Sebelum tahun 1965, praktik translasi mata uang asing
masih dipandu oleh bab 12 dari Accounting Research Bulletin No 43, Pernyataan tersebut mengadvokasi metode current-noncurrent.
Keuntungan dan kerugian transaksi ditambahkan secara langsung terhadap pendapatan.
Keuntungan dan kerugian translasi mata uang asing dimasukkan dalam keuntungan
selama periode yang ada. Kerugian translasi mata uang asing bersih diakui dalam
pendapatan lancar, sementara keuntungan translasi mata uang asing ditangguhkan
dalam akun tunda di neraca pembukuan dan digunakan untuk menutup kerugian
translasi mata uang asing dalam periode yang akan datang.
·
1965-1975
ARB No. 43 memperbolehkan beberapa pengecualian khusus
dalam metode current-noncurrent.
Dalam keadaan khusus, persediaan dapat ditranslasikan dengan kurs historis.
Utang jangka panjang terjadi untuk mendapatkan aset jangka panjang yang
disajikan ulang dengan kurs saat ini saat terdapat perubahan besar dalam nilai
tukar (kemungkinan permanen).
·
1975-1981
FASB mengeluarkan FAS no 8 pada tahun 1975. Pernyataan
ini secara signifikan mengubah praktik perusahaan asing AS dalam memasukkan
GAAP AS dengan menerima metode translasi mata uang asing kurs sementara. Sama
pentingnya, penangguhan keuntungan dan kerugian translasi mata uang asing tidak
diperbolehkan lagi. Keuntungan dan kerugian translasi mata uang asing dan
transaksi harus diakui dalam pendapatan saat periode perubahan kurs.
·
1981-sekarang
FASB mengeluarkan Statement of Financial Accounting
Standards no 52 tahun 1981 sebagai respons terhadap ketidak puasan
masyarakat terhadap FAS No. 8.
GAMBARAN STANDAR NO. 52/STANDAR AKUNTANSI
INTERNATIONAL 21
FAS 52 dan versi terbaru IAS 21 bertujuan untuk:
1. Menampilkan, dalam laporan keuangan gabungan, hasil
keuangan dan keterhubungan dihitung dengan mata uang primer yang dikonsolidasikan antara laporan induk
dan anak perusahaan bisnis (dengan mata uang fungsional)
2.
Menyediakan informasi yang secara umum kompatibel dengan efek ekonomi yang
diharapkan pada perubahan nilai tukar pada ekuitas dan arus kas perusahaan.
Tujuan-Tujuan
tersebut berdasarkan konsep mata uang fungsional. Ingat, kembali bahwa mata
uang fungsional secara keseluruhan adalah mata uang ekonomi primer yang
beroperasi dan menghasilkan arus kas. Lebih jauh, mata uang fungsional
menunjukkan pilihan metode translasi mata uang asing yang digunakan untuk
tujuan usaha gabungan dan disposisi keuntungan dan kerugian nilai tukar.
Translasi saat Mata Uang Lokal adalah Mata Uang
Fungsional
Prosedur kurs saat ini yang digunakan adalah:
1) Seluruh asset dan
kewajiban asing yang ditranslasikan terhadap dolar menggunakan nilai tukar yang
berlaku pada tanggal neraca; akun modal ditranslasikan pada kurs historis.
2) Pendapatan dan beban
ditranslasikan menggunakan nilai tukar yang berlaku pada waktu transaksi,
walaupun nilai tukar rata-rata tambahan dapat digunakan untuk kelayakan.
3) Keuntungan dan
kerugian dilaporkan dalam komponen ekuitas gabungan pemegang saham yang
terpisah. Penyesuaian nilai tukar tersebut tidak dimasukkan ke dalam laporan
laba-rugi hingga operasional luar negeri telah terjual atau investasi telah
diputuskan tidak bernilai.
Translasi saat Mata Uang Induk Perusahaan
adalah Mata Uang Fungsional
1) Aset dan kewajiban
serta item nonmoneter bernilai pada harga pasar saat itu ditranslasikan
menggunakan nilai tukar yang berlaku pada saat laporan keuangan; item
nonmoneter lainnya dan modal ditranslasikan pada kurs historis.
2) Pendapatan dan beban
ditranslasikan menggunakan nilai tukar rata-rata untuk periode kecuali item
yang berhubungan dengan item nonmoneter (contoh: biaya penjualan dan beban
depresiasi), yang ditranslasikan menggunakan kurs historis.
3) Keuntungan dan
kerugian translasi mata uang asing direfleksikan dalam pendapatan lancar.
Translasi
saat Mata Uang Asing adalah Mata Uang Fungsional
Usaha gabungan asing mungkin akan tetap mencatat
pembukuannya dalam satu mata uang asing saat mata uang fungsionalnya adalah
mata uang asing lain. Dalam situasi ini, laporan keuangan akan dihitung ulang
dari mata uang lokal ke dalam mata uang fungsional (metode kurs sementara) lalu
ditranslasikan ke dalam dolar AS menggunakan metode kurs saat ini.
TRANSLASI MATA UANG ASING DAN INFLASI
Hubungan terbalik
antara tingkat inflasi sebuah negara dengan nilai eksternal mata uangnya telah
ditunjukkan secara empiris. Sehingga penggunaan kurs saat ini untuk
mentranslasikan biaya asset nonmoneter yang bertempat dalam kondisi yang
cenderung berinflasi akan menghasilkan padanannya mata uang domestik jauh di
bawah nilai aslinya. FASB memutuskan untuk menentang penyesuaian inflasi
sebelum translasi mata uang asing, maka,
FAS No. 52 membutuhkan penggunaan dolar AS sebagai mata uang fungsional
untuk operasional asing yang berdomisili di negara dengan tingkat inflasi yang
sangat tinggi, yang akan mempertahankan nilai padanan dolar konstan terhadap
aset dengan mata uang asing, karena mereka ditranslasikan pada kurs historis (dengan metode kurs sementara).
TRANSLASI
MATA UANG ASING DI MANA SAJA
Bagi yang awam
terhadap ekonomi di Benua Amerika dan Eropa tentu tidak akan mengetahui bila
Canadian Institute of Chartered Accountants (CICA), Accounting Standard Board
Inggris serta International Accounting Standards Boards berpartisipasi dalam
pertimbangan yang menghasilkan FAS No. 52, sehingga terdapat beberapa kesamaan
dari Standar translasi mata uang asing di negara Kanada, Inggris dan Amerika.
Berikut ini penjelasan mengenai translasi mata uang asing di beberapa belahan
dunia:
·
Standar Kanada fokus pada utang
asing jangka panjang. Di Kanada, keuntungan dan kerugian translasi mata uang
asing ditangguhkan dan diamortisasi karena tidak diakui sebagai pendapatan.
Kanada telah mengeluarkan berkas exposure
draft kedua yang mengajukan eliminasi pendekatan penangguhan dan amortisasi
·
Di Inggris, bila anak perusahaan
berada di negara dengan tingkat inflasi yang sangat tinggi dan mata uang
fungsionalnya adalah mata uang lokal, laporan keuangan harus disesuaikan
terlebih dahulu terhadap level harga saat itu lalu ditranslasikan menggunakan
kurs saat ini., sementara di Amerika, dilakukan translasi dengan menggunakan
metode kurs sementara.
·
Jepang mengubah standar mereka
untuk menggunakan metode kurs saat ini pada semua kondisi, dengan penyesuaian
translasi mata uang asing yang diperlihatkan pada neraca dalam ekuitas pemegang
saham.
v Jawaban
Pertannyaan Latihan
9.
Perusahaan
A berada di Negara A dan melaporkan
dalam unit mata uang Negara A, yaitu apeso. Perusahaan B berada di Negara B dan
melaporkan dalam unit mata uang Negara B, yaitu bol. Perusahaan A dan B
memiliki Aset yang sama apeso 100 dan bol 100 pada awal dan akhir tahun. Pada
awal tahun, tingkat nilai apeso 1= bol 1,25. Pada akhir tahun, nilai tukar
apeso = bol 2. Tidak ada transaksi yang terjadi sepanjang tahun tersebut.
Diminta
a. Kalkulasikan total asset yang dilaporkan oleh perusahaan A dan perusahaan B
pada awal dan akhir tahun. Perusahaan mana yang akan mendapatkan keuntungan dan
perusahaan mana yang akan merugi pada tahun tersebut ?
b. Apakah jawaban anda untuk bagian (a) masuk akal ? apakah akan berpengaruh jika pperusahaan A
dan B bermaksud untuk mengembalikan asset dalam mata uang asing mereka dari
pada disimpan untuk investasi diluar negeri ?
c. Pelajaran apa yang didapatkan oleh para pengguna laporan dari semua ini ?
apakah semuanya hanya permainan di permukaan saja ?
Jawaban (dijawab oleh Riski Apriyani/28212426):
a.
Perusahaan A mengalami
kerugian sedangkan perusahaan B mengalami keuntungan.
Perusahaan
A
|
Perusahaan
B
|
||||
Awal Tahun
|
Awal Tahun
|
||||
Aset
|
100 apeso
|
Aset
|
100 apeso
|
||
100 bol
|
100 bol
|
||||
Dimana
|
|||||
kurs awal tahun
|
1apeso:
|
1,25bol
|
|||
Aset A dan B awal tahun menjadi
|
|||||
Aset
|
Aset
|
||||
100 apeso
|
: 100 apeso
|
100 apeso
|
: 125 bol
|
||
1000 bol
|
: 80 apeso
|
100 bol
|
:100 bol
|
||
180 apeso
|
225 bol
|
||||
Dimana
|
|||||
kurs akhir tahun:
|
1apeso:
|
2bol
|
|||
Aset A dan B akhir tahun menjadi
|
|||||
Aset
|
Aset
|
||||
100 apeso
|
: 100 apeso
|
100 apeso
|
: 200 bol
|
||
1000 bol
|
: 50 apeso
|
100 bol
|
Disimpan
|
||
150 apeso
|
300 bol
|
||||
(30 apeso)
|
75 bol
|
||||
Perusahaan
A rugi
|
Perusahaan
B untung
|
||||
b.
Apabila perusahaan A dan B
bermaksud untuk mengembalikan asset dalam mata uang asing mereka dari pada
disimpan untuk investasi luar negeri maka akan terjadi kerugian pada perusahaan
A sebesar (30 apeso) dan keuntungan bagi perusahaan B sebesar 75 bol.
c. Hal ini menunjukan bahwa
laporan keuangan akan menghasilkan keragu-raguan bagi perusahaan yang
menggunakan mata uang yang lemah sebagai mata uang fungsionalnya. Karena
perusahaan akan mengalami kerugian apabila mata uang fungsionalnya mengalami
pelemahan.
KASUS 6-2 MENGATUR INVESTASI LEPAS PANTAI (OFFSHORE): MATA UANG SIAPA?
Offshore Investment Fund (OIF)
bergerak di Fairfield, Connecticut, yang hanya bertujuan untuk memberikan jalan
bagi para pemegang saham AS untuk berinvestasi dalam sekuritas Spanyol. Dana
yang digunakan terdaftar dalam New York Stock
Exchange (Bursa Saham New York). Perwakilannya adalah Shady Rest Bank and Trust
Company, yang menjaga pembukuan dana. Pertanyaam untuk mata uang mana yang
akan digunakan yang langsung muncul. Shady rest telah mempersiapkan buku
neracanya dalam satuan euro, karena dananya merupakan dana negara yang
ditanamkan hanya untuk sekuritas yang didaftarkan pada Madrid Stock Exchange.
Sesudah itu, auditor keuangan menyatakan bahwa menurut mereka, mata uang
fungsional haruslah dolar AS. Kasus ini didasarkan pada kejadian nyata.
Nama-nama dan negara asal telah diganti.
Keputusan untuk
menggunakan dollar AS sebagai mata uang fungsional untuk keuangan menciptakan
kebingungan manajerial yang besar. Memang, pekerjaan penulisan ulang dan
pengerjaan ulang transaksi akuntansi merupakan tugas yang sangat besar yang
menghambat publikasi laporan keuangan tahunan. Konsep mata uang fungsional
merupakan sebuah konsep asing di Spanyol, dan pengaruh dari pilihan mata uang
fungsional tidak jelas bagi para manajer. Akibatnya, tidak sampai bulan
November mereka akhirnya mulai merasakan pengaruh pilihan mata uang pada
hasil-hasil keuangan.
Kesulitan lain yang disebabkan oleh pilihan
mata uang adalah
a. Shady Rest, dengan sekitar $300 Milyar dalam berbagai bentuk dana di manajemen, masih belum mengembangkan sistem akuntansi multi mata uang yang memadai. Sedangkan akuntansi untuk akuisisi sekuritas biasanya akan dicatat dalam sebuah masukan pembukuan sederhana, 3 masukannya diperlukan saat ini. Selain itu, pembeyaran uuntyuk pembelian sendiri bisa mempengaruhi laporan laba-rugi pada periode yang sedang berjalan.
b.
Masalah-masalah yang serius yang berhubungan dengan oprasi harian. Ketika
sebuah transaksi dilakukan, manajer keuangan tidak mengetahui pengaruh
keuangannya. Sebagai contoh, selama tahun pertama oprasi, manajer keuangan
yakin bahwa penjualan portofolio telah menghasilkan keuntungan $1 juta. Ketika
penjualan akhirnya muncul di laporan, keuntungan transaksi tertutup oleh
kerugian mata uang sebesar $7juta .
PERTIMBANGAN UNTUK MEMILIH DOLLAR SEBAGAI MATA UANG
FUNGSIONAL
Para auditor memberikan pertimbangan berikut untuk memilih dolar sebagai mata uang fungsional :
a. Penggunaan di
Amerika Serikat
b. Didanai dengan modal pemegang saham AS
c. Dividen ditentukan dan dibayarkan dalam Dolar AS
d. Pelaporan keuangan menurut GAAP AS. Dan dalam dolar AS
e. Pembayaran administrasi dan laporan dihitung dalam asset bersih AS. Dan dibayarkan
b. Didanai dengan modal pemegang saham AS
c. Dividen ditentukan dan dibayarkan dalam Dolar AS
d. Pelaporan keuangan menurut GAAP AS. Dan dalam dolar AS
e. Pembayaran administrasi dan laporan dihitung dalam asset bersih AS. Dan dibayarkan
dalam dolar AS.
f. Sebagian besar beban terjadi dan dibayarkan dalam dolar AS.
g.Catatan akuntansi disimpan dalam dolar AS.
h.Terkena pajak AS, SEC, Dan Regulasi Exchange Act tahun 1940.
f. Sebagian besar beban terjadi dan dibayarkan dalam dolar AS.
g.Catatan akuntansi disimpan dalam dolar AS.
h.Terkena pajak AS, SEC, Dan Regulasi Exchange Act tahun 1940.
Oleh
karena keuangan diatur untuk diinvestasikan di Spanyol, dianggap bahwa pemegang
saham Amerika Serikat tertarik dalam pengaruh perubahan tingkat translasi pada
arus kas dan ekuitas dana; yaitu, Pemegang saham tidak berinvestasi di
sekuritas Spanyol hanya karna hasil-hasil yang menarik, tapi juga karna
memainkan permainan mata uang yang akan langsung mempengaruhi pengukuran arus
kas dan ekuitas.
SUDUT PANDANG MANAJEMEN
Pihak manajemen
tidak setuju dengan para auditor. Berikut ini bantahannya :
a. Penggabungan di
Amerika Serikat dengan pemegang saham Amerika Serikat. FAS 52 jelas-jelas
menyatakan bahwa mata uang fungsional harus ditentukan ole “lingkungan ekonomi
utama dimana entitas tersebut beroperasi alih-alih oleh rincian teknis
penggabungan”. Dengan cara yang sama, FAS 52 tidak menyatakan fakta bahwa
perusahaan dimiliki pemegang saham AS dan membayarkan dividen dalam dolar AS
yang relevan. Sebenarnya, FAS 52 lebih mengkhawatirkan regulasinya sendiri
dengan perusahaan dan manajemennya alih-alih pemegang sahamnya.
b. Pelaporan
keuangan dalam dolar AS menurut GAAP AS. Para auditor gagal membedakan
pelaporan antara mata uang dan mata uang fungsional. Jelas bahwa dolar AS harus
menjadi mata uang untuk pelaporan, tapi hal itu saja tidak berarti bahwa dolar
AS merupakan mata uang fungsional.
c. Pembayaran
beban tertentu dalam dolar. Pembayaran beban dalam dolar AS bukanlah alas an
untuk menjadikannya sebagai mata uang fungsional. Sementara beban yang bernilai
$8 juta untuk tahun 2007 terjadi dalam dolar AS, pendapatan lebih dari $100
juta didapatkan dalam Euro.
d. Pajak AS dan
regulasi SEC. pertimbangan ini relevan untuk mata uang pelaporan, bukan mata
uang fungsional.
Argumen yang
menentukan terhadap penggunaan dolar sebagai mata uang fungsional adalah bahwa
dengan melakukannya tidak memberikan informasi yang dalam bahasa FAS 52,
“secara umum sesuai dengan pengaruh ekonomi yang diharapkan akibat perubahan
nilai tukar pada arus kas dan ekuitas suatu perusahaan”. Secara khusus, arus
kas yang berasal dari kegiatan operasi dari dana sepenuhnya terletak di Spanyol
setelah transfer awal dana yang dikeluarkan oleh modal dikumpulkan. Dana yang
digunakan untuk membeli dan menjual investasi di Spanyol, dan menerima semua
pendapatannya dari Spanyol. Jika mata uang fungsionalnya menggunakan euro,
fluktuasi mata uang yang dicapai hanya diakui ketika uangnya dikembalikan ke
Amerika Serikat. Praktik yang ada dalam “merealisasikan” laba atau kerugian
translasi ketika, sebagai contoh, kas di Spanyol ditranslasikan untuk investasi
yang dibeli di Spanyol akan salah dan menyesatkan.
Ambil sebuah
contoh. Anggaplah bahwa perusahaan menanamkan EUR100.000.000 di sebuah bank
Spanyol ketika nilai tukarnya adalah EUR1=$0,8496. Satu minggu kemudian ketika
nilai tukarnya adalah EUR1= $0,8393 yang dicairkan pada hari yang sama,
memutuskan bahwa investasinya tidak bijaksana. Dengan mengabaikan biaya
transaksi, mereka memiliki EUR 100.000.000 di Madrid pada awal dan akhir
minggu. Jika mata uang fungsionalnya adalah Euro, tidak ada laba/rugi yang
terealisasai. Namun, translasi ke dolar yang menyebabkna kerugian mata uang
sebesar $ 1.030.000, yang hanya akan dicapai ketika jumlahnya dikembalikan ke
Amerika Serikat. Hal ini dapat disamakan dengan pembelian saham yang kemudian
harganya jatuh. Jika dolar AS merupakan mata uang fungsional, transaksinya akan
berakhir dengan kerugian terealisasi sebesar $ 1.030.000. hasil ini tidak masuk
akal menurut pandangan arus kas manapun. Sebenarnya, hal ini menggaris bawahi
bahwa, dengan tujuan mereka, pengaruh pada laba-rugi yang dilaporkan dengan
menggunakan dolar AS sebagai mata uang fungsional sangat tidak masuk akal.
Nilai asset bersih
ditentukan setiap minggu dalam dolar AS, dan dilaporkan kepada pemegang saham
dalam dolar AS. Hal ini sepenuhnya sesuai dengan menggunakan dolar AS sebagai
mata uang pelaporan yang tepat. Dengan menggunakan dolar sebagai mata uang
fungsional menyatakan bahwa ada pilihan yang realistis dan praktis pada setiap
transaksi pergerakan antara dolar dan euro. Anggapan ini sangat salah, dana
hanya akan mengembalikanmodal dasarnya dalam dua kondisi yaitu : 1.
likuidasi. 2. Sebagai sebuah cara sementara jika hasil Spanyol turun
dibawah hasil AS.
DORONGAN UMUM TENTANG FAS 52
Bahasa FAS 52
menunjukkan bahwa penulisannya tidak menuliskan dengan referensi langsung
pada situasi seperti pada Offshore Investment Fund yang merupakan sebuah
perusahaan yang menambahkan uang untuk tujuan tunggal menanamkannya di Negara
lain. FAS 52 nampaknya ditulis dari sudut pandang perusahaan operasional yang
terpisah dan jauh.
FAS 52 menegaskan
mata uang fungsional dari sebuah entitas sebagai mata uang dari lingkungan
ekonomi utama dimana entitas tersebut beroperasi. Anggaplah yayasan tersebut
digabungkan di Malta dan sebagai sebuah entitas terpisah, meminjam dana dari
induk perusahaan di AS, tempat akan terjadi dengan sendirinya. Jika hakikatnya
adalah untuk menang atas bentuk, seseorang harus menyimpulkan bahwa euro harus
tetap digunakan.
Paragraph 6 dari
FAS 52 menyatakan, “untuk sebuah entitas dengan operasi yang mandiri dan berada
dalam sebuah Negara tertentu, mata uang fungsional biasanya adalah mata uang
Negara tersebut”. Pernyataan ini memperkuat aspek operasional yang mengatur
pemilihan mata uang fungsional sangat salah untuk menyangkal bahwa operasi
yayasn dilakukan di mana saja di Spanyol.
Paragraf 8
memperkuat anggapan bahwa “penilaian manajemen akan diperlukan untuk menentukan
mata uang fungsional di mana hasil-hasil keuangan dan hubungan penggunaan mata
uang diukur dengan tingkat relevansi dan relialibilitas tertinggi”.
Yang terakhir, paragraf 80 dan 81 menarik perbedaan yang sangat jelas
yang memperkuat anggapan kita (manajemen). Paragraph 80 berisi :
Pada kelas pertama adalah operasi yang mandiri dan berada dalam sebuah Negara atau lingkungan ekonomi tertentu. Operasi harian yang bergantung pada lingkungan ekonomi dari mata uang fungsional induk perusahaan, operasi asing hanya menghasilkan dan membelanjakan mata uang asing. Arus kas bersih mata uang asing yang dihasilkannya bisa diinvestasikan kembali dan diubah serta diberikan kepada induk perusahaan. Untuk kelas ini, mata uang asing merupakan mata uang fungsional.
Definisi ini harus
dibandingkan dengan paragraph 81, yang menyatakan :
Pada kelas kedua… operasi harian bergantung pada lingkungan ekonomi mata uang induk perusahaan, dan perubahan pada pengaruh langsung asset dan kewajiban individu dari entitas asing pada arus kas induk perusahaan. Untuk kelas ini, dolarAS merupakan mata uang fungsional.
Pada kelas kedua… operasi harian bergantung pada lingkungan ekonomi mata uang induk perusahaan, dan perubahan pada pengaruh langsung asset dan kewajiban individu dari entitas asing pada arus kas induk perusahaan. Untuk kelas ini, dolarAS merupakan mata uang fungsional.
Diminta.
1. Berdasarkan argumen-argumen yang
ada, menurut anda apa yang harus menjadi mata uang fungsional dalam kasus ini.
Jawaban (dijawab oleh Riski Apriyani- 2821 2426)
Menurut pendapat kami mata uang fungsional yang
digunakan adalah mata uang euro. Hal ini dikarenakan
- Entitas dalam hal ini yang merupakan entitas (Shady Rest Bank and Trust Company) yang terintergrasi atau perpanjangan dari entitas induk. Hal ini sesuai yang di sebutkan FAS 52 paragraf 6 “Untuk entitas dengan operasi yang relatif mandiri dan terintegrasi dalam negara tertentu, mata uang fungsional umumnya akan menjadi mata uang negara itu. Namun, mata uang fungsional entitas asing mungkin bukan mata uang negara di mana entitas berada. Misalnya, mata uang orang tua umumnya akan menjadi fungsional mata uang untuk operasi luar negeri yang merupakan komponen langsung dan integral atau perpanjangan operasi perusahaan induk
- Sesuai dengan definisi dari mata uang fungsional bahwa mata uang fungsional adalah mata uang pada lingkungan ekonomi utama dimana suatu entitas beroperasi . Spanyol merupakan lingkungan ekonomi utama karena dalam hal ini entitas (Shady Rest Bank and Trust Company) mendapapatkan pendapatan besih sebesar $100 juta yang didapatkan dalam euro walaupun sebagian besar beban dalam dolas AS namun total beban hanya sebesar $8 juta untuk tahun 20X7.
- FAS 52 tidak menyatakan bahwa perusahaan dengan kepemilikan pemegang saham AS dan membayar deviden dalam dolar AS sebagai dasar dalam penetapan mata uang fungsional.
Sumber : Choi, Frederick D. S. dan Gary K. Meek. International Accounting. Buku 1 Edisi
6.2010: Salemba Empat

No comments:
Post a Comment