Salam

Assalamu Allaikum

Saturday, 16 November 2013

Anak Jalanan

ANAK JALANAN







Anak Jalanan merupakan satu dari seribu permasalahan di kota besar khususnya di jakarta. Kehadirannya selain membuat kami tersentuh tetapi terkadang membuat pemandangan yang kurang enak. Kehidupan yang mereka jalani memang bukan merupakan keinginan mereka yang sebanarnya tetapi karna desakan ekonomi.  Saya yakin bahwa mereka juga menginkan mempunya aktivitas yang sama seperti anak – anak pada umumnya.

Tulisan ini saya buat agar semua tahu bahwa anak jalanan juga membutuhkan sekolah. Terus pertanyaan kenapa ketika Pemerintah sudah menyekolahkan mereka tetap memilih untuk menjadi anak jalanan ? mereka lebih memilih untuk tetap menjadi anak jalanan di karenakan tidak ada bedanya sekolah SD atau tidak. Apakah dengan sekolah SD Mereka dapat memperoleh pekerjaan ?  dan `ataukah dengan sekolah SD mereka dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi . Menurut saya pilihan anak jalanan untuk tidak sekolah SD tetapi lebih memilih menjadi anak jalanan merupakan hal yang cukup relevan mereka juga menilai untung dan ruginya ketika memutuskan menjadi anak jalanan.

            Dalam UUD 1945, “anak terlantar itu dipelihara oleh negara” bermakna pemerintah mempunyai tanggung jawab terhadap pemeliharaan dan pembinaan anak-anak terlantar, termasuk anak jalanan.

Tidak mudah memang memecahkan permasalahan – permasalah di kota besar. Butuh suatu keikhlasan,kesabaran serta  keyakinan yang sungguh untuk mengatasi permasalahan. Bila secara logika mereka tidak mungkin melakukan aktvitas meminta – minta , mengemis, dan mencuci kaca mobil jika mereka mempunyai uang cukup untuk sekolah dan biaya hidup lainya. Jadi permmasalahan yang yang paling utama yang menyebabkan mereka melakukan aktivitas – aktivitas tersebut adalah keadaan ekonomi.

Sudah beberapa kali Pemerintah DKI Jakarta melakukan upaya – upaya untuk mengatasi anak jalanan. Mulai dari mengumpulkan mereka ke tempat singgah,mendidik dan membina sampai pada memulangkan ke tempat asal. Namun tetap saja jumlah anak jalanan di Jakarta tidak berubah dan aktivitas mereka tidak terhenti.

Menurut saya solusi yang tepat adalah memberikan pendidikan dan pembinaan keterampilan pada orang tua anak jalanan itu hal mendasar yang perlu di lakukan oleh Pemerintah.  Karna yang membuat anak turun  ke jalanan adalah karena mereka kekurangan uang jajan. Setelah kedua orang tua mempunyai keterampilan untuk bekerja, Pemerintah harus membantu  mereka untuk memperoleh pekerjaan karena bagaimanapun mereka tidak mempunyai Ijazah yang cukup untuk memperoleh pekerjaan yang layak. Karna saya yakin jika Pemerintah tidak membantu mereka maka usaha Pemerintah membina mereka kan sia –sia. Kemudian dengan bekerja maka mereka akan mendapatkan penghasilan untuk membiayai anak mereka. Saya yakin bahwa ketika orang tua dari anak jalanan sudah mempunyai pengsilan maka tidak mungkin mereka membiarkan anaknya untuk mengamen, membersihkan kaca mobil di lampu merah dan aktivitas lain lainya yang berhubungan dengan aktivitas anak jalanan.

Kemudian kita ketahui bahwa sebagian dari orang tua dari anak jalanan di DKI Jakarta adalah bukan warga asli DKI Jakarta. Ini yang seharusnya perlu di catat oleh pemerintahan kita bahwa tingkat urbanisasi di Negara kita sangat tinggi yang di sebabkan tidak adanya mata pencaharian di daerah. Padahal jika mereka memilih untuk tetap tinggal di daerah masing – masing pasti akan menanggung biaya hidup yang lebih sedikit di bandingkan dengan hidup di kota seperti Jakarta.

      Sekian Tulisan ini saya buat semoga bermanfaat bagi saya dan pembaca. Terima Kasih
           
           
           
           

            

No comments:

Post a Comment