ANAK
JALANAN
Anak Jalanan merupakan satu dari seribu permasalahan di kota besar khususnya di jakarta. Kehadirannya selain membuat kami tersentuh tetapi terkadang membuat pemandangan yang kurang enak. Kehidupan yang mereka jalani memang bukan merupakan keinginan mereka yang sebanarnya tetapi karna desakan ekonomi. Saya yakin bahwa mereka juga menginkan mempunya aktivitas yang sama seperti anak – anak pada umumnya.
Tulisan
ini saya buat agar semua tahu bahwa anak jalanan juga membutuhkan sekolah.
Terus pertanyaan kenapa ketika Pemerintah sudah menyekolahkan mereka tetap
memilih untuk menjadi anak jalanan ? mereka lebih memilih untuk tetap menjadi
anak jalanan di karenakan tidak ada bedanya sekolah SD atau tidak. Apakah
dengan sekolah SD Mereka dapat memperoleh pekerjaan ? dan `ataukah dengan sekolah SD mereka dapat
melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi . Menurut saya pilihan anak jalanan
untuk tidak sekolah SD tetapi lebih memilih menjadi anak jalanan merupakan hal
yang cukup relevan mereka juga menilai untung dan ruginya ketika memutuskan
menjadi anak jalanan.
Dalam UUD 1945, “anak terlantar itu
dipelihara oleh negara” bermakna pemerintah mempunyai tanggung jawab terhadap
pemeliharaan dan pembinaan anak-anak terlantar, termasuk anak jalanan.
Tidak mudah memang memecahkan permasalahan – permasalah di
kota besar. Butuh suatu keikhlasan,kesabaran serta keyakinan yang sungguh untuk mengatasi
permasalahan. Bila secara logika mereka tidak mungkin melakukan aktvitas
meminta – minta , mengemis, dan mencuci kaca mobil jika mereka mempunyai uang
cukup untuk sekolah dan biaya hidup lainya. Jadi permmasalahan yang yang paling
utama yang menyebabkan mereka melakukan aktivitas – aktivitas tersebut adalah
keadaan ekonomi.
Sudah
beberapa kali Pemerintah DKI Jakarta melakukan upaya – upaya untuk mengatasi
anak jalanan. Mulai dari mengumpulkan mereka ke tempat singgah,mendidik dan
membina sampai pada memulangkan ke tempat asal. Namun tetap saja jumlah anak
jalanan di Jakarta tidak berubah dan aktivitas mereka tidak terhenti.
Menurut
saya solusi yang tepat adalah memberikan pendidikan dan pembinaan keterampilan
pada orang tua anak jalanan itu hal mendasar yang perlu di lakukan oleh
Pemerintah. Karna yang membuat anak
turun ke jalanan adalah karena mereka
kekurangan uang jajan. Setelah kedua orang tua mempunyai keterampilan untuk
bekerja, Pemerintah harus membantu mereka untuk memperoleh pekerjaan karena
bagaimanapun mereka tidak mempunyai Ijazah yang cukup untuk memperoleh
pekerjaan yang layak. Karna saya yakin jika Pemerintah tidak membantu mereka
maka usaha Pemerintah membina mereka kan sia –sia. Kemudian dengan bekerja maka
mereka akan mendapatkan penghasilan untuk membiayai anak mereka. Saya yakin
bahwa ketika orang tua dari anak jalanan sudah mempunyai pengsilan maka tidak
mungkin mereka membiarkan anaknya untuk mengamen, membersihkan kaca mobil di
lampu merah dan aktivitas lain lainya yang berhubungan dengan aktivitas anak
jalanan.
Kemudian
kita ketahui bahwa sebagian dari orang tua dari anak jalanan di DKI Jakarta
adalah bukan warga asli DKI Jakarta. Ini yang seharusnya perlu di catat oleh
pemerintahan kita bahwa tingkat urbanisasi di Negara kita sangat tinggi yang di
sebabkan tidak adanya mata pencaharian di daerah. Padahal jika mereka memilih
untuk tetap tinggal di daerah masing – masing pasti akan menanggung biaya hidup
yang lebih sedikit di bandingkan dengan hidup di kota seperti Jakarta.
Sekian
Tulisan ini saya buat semoga bermanfaat bagi saya dan pembaca. Terima Kasih

No comments:
Post a Comment