Pengusaha
Saya
menulis tulisan ini karna saya sangat tertarik untuk menjadi seorang pengusaha
yang dapat bermanfaat bagi orang lain. Selain bermanfaat untuk orang lain kita
juga dapat membantu Pemerintah dalam mengurangi pengangguran di Indonesia.
Banyak pengusaha – pengusaha yang
menjadi inspirasi saya seperti khairul tanjung dan lain–lainya.
Menurut pendapat ahli, idealnya negara maju memiliki dua
persen wirausaha sedangkan Indonesia belum mencapainya.
Sebagin besar orang Indonesia beranggapan bahwa menjadi PNS
merupakan sesuatu yang di dambakan.
Karena dengann kerja yang santai mereka dapat hidup sejahtera dengan
adanya tunjangan – tunjangan. Di tambah bila kita kerja menjadi PNS maka
kerjaan kita akan langgeng karna pemberhentian seorang PNS sangat sulit di
lakukan. Inilah sebenarnya pandangan yang salah. Chairul Tanjung sudah dua kali
di ajak oleh SBY di ajak dalam ajajaran pemerintaha tapi beliau tatap tidak
mau.
“Saya menempuh jalur
perjuangan yang lain, menciptakan lapangan kerja untuk sesama. Membuktikan
bahwa anak bangsa dari keluarga sederhana, dengan tekad yang kuat dan dengan
latar belakang tidak relevan, bisa membuahkan keberhasilan”
Bila
kita simak buku tentang Chairul Tanjung Beliau merupakan sosok yang sangat
berani dan memiliki jaringan yang luas. Berani di sini dapat kita lihat dari
bebepa usahan beliau yang bangkrut di waktu baru merintis, Keberanian inilah
yang merupakan factor penting dalam untuk menjadi seorang pengusaha
Kalau kalian mau menggunakan badan
saya supaya kalian maju, silakan. Kalau pun mau menginjak kepala saya sebagai
tolakan kalian untuk lebih maju, saya ikhlaskan, Tapi kalau sudah kalian injak, tapi
malah tidak jadi apa-apa, saya pasti akan marah besar. Selagi saya masih bisa
makan, tidaklah mungkin kalian kelaparan. Kecuali untuk makan sendiri saja saya
sudah kesulitan, silakan urus diri masing-masing.- [Chairul Tanjung,
si Anak Singkong, hal 80]
Berbicara
tentang masalah persaingan. Sebagian besar pengusaha – pengusaha tanah sukar
untuk berdaing dengan pengusaha asing . mengapa ?
"Sekarang
ini antara pengusaha dengan serikat pekerja seakan merupakan sebagai lawan.
Padahal persaingan ekonomi kita itu dengan luar negeri, bukan sesama kita
sendiri. Kita harus bersatu," kata Sofjan dalam sambutannya di acara
Silahturahmi dan Buka Puasa Bersama Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Apindo dengan
Serikat Pekerja di Jakarta, Kamis (1/8/2013).
Saya setuju dengan perkataan Pa
Sofyan bahwa persatuan merupakan factor penting untuk melawan para pengusaha
asing . kita ga bisa lagi berselisih karna adanya kepentingan sesaaat dan lain sebagainya sehingga perlu
adanya musyawarah antar pengusaha di Indonesia.
Kemudian yang ga kalah pentingnya
adalah factor inovasi. Inovasi merupakan
factor yang penting agar masyarakat menerima barang yang kita produksi. Tanpa
iniovasi produk di persaingan bebas tidak akan menang dalam persaingan
Efisiensi biaya produksi. Apabila
pengusaha–pengusaha melakukan efisiensi biaya produksi maka mereka akan dapat bersaing harga dengan
produk–produk asing. Efisiensi biaya
produksi dapat kita capai dengan penggunaan teknologi.Artinya dengan
penggunaan tenaga kerja yang sama kita dapat menghasilkan kuantitas yang lebih
banyak. Tpi yang harus kita renungkan adalah apakah dengan penggunaan
tgeknologi pasti terjadi efisiensi biaya produksi ? Tentu tidak . Karna
efisiensi biaya produksi tidak hanya dapat di capai dengan penggunaan Teknologi
melainkan harus di barengi dengan modernisasi Sumber Daya Manusia (SDM) . Karna
ketika sudah adanya teknologi Sumber daya Manusia inilah yang menggunakan dan
memanfaatkan terkonologi tersebut sehingga tercipta efisiensi biaya produksi.
Jadi kesimpulanya persatuan, efisiensi,
dan inovasi harus kita kembangkan dari sekarang untuk melawan persaingan bebas.
Sekian
tulisan dari saya , semoga bermanfaat.
Terima
Kasih.
Referensi

No comments:
Post a Comment