Siapkah Koperasi Menghadapi era globalisasi
Pengertian Globalisasi
Laurence Routhenberg : Globalisasi adalah percepatan
dan intensifikasiinteraksi dan integrasiantara orang-orang, perusahaan, dan
pemerintah dari negarayang berbeda.
Selo Soemardjan : globalisasi adalah suatu proses terbentuknya sistem organisasidan komunikasi antarmasyarakat di seluruh dunia. Tujuan globalisasi adalahuntuk mengikuti sistem dan kaidah-kaidah tertentu yang sama misalnya terbentuknya PBB, OKI
Achmad Suparman : Globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (bendaatau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah
Scholte : Globalisasi diartikan sebagai meningkatnya hubungan internasional.Dalam hal ini masing-masing negara tetap mempertahankan identitasnya masing-masing, namun menjadi semakin tergantung satu sama lain.
Selo Soemardjan : globalisasi adalah suatu proses terbentuknya sistem organisasidan komunikasi antarmasyarakat di seluruh dunia. Tujuan globalisasi adalahuntuk mengikuti sistem dan kaidah-kaidah tertentu yang sama misalnya terbentuknya PBB, OKI
Achmad Suparman : Globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (bendaatau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah
Scholte : Globalisasi diartikan sebagai meningkatnya hubungan internasional.Dalam hal ini masing-masing negara tetap mempertahankan identitasnya masing-masing, namun menjadi semakin tergantung satu sama lain.
Kita
ketahui bahwa globalisasi telah masuk ke berbagai Negara di dunia khususnya di
Negara Indonesia dengan di tantdai dengan perdagangan bebas. Semakin ketat
persaingan yang menuntut untuk melakukan
persiapan – persiapan jika hal tersebut terjadi.
Kebutuhan akan ekonomi koperasi di Negara kita
memang masih sangat tinggi di karenakan banyak warga di Negara kita mempunyai
usaha kecil menengah. Jadi kalo factor produksi untuk mereka berusaha sudah
mahal mereka tidak dapat berbuat apa. Hanya bisa berorasi di bunderan HI dan
ada juga yang hanya bisa pasrah.
Pendapat
Tokoh
Menurut
Ace Partadiredja
dosen Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada, faktor-faktor yang menghambat
pertumbuhan koperasi Indonesia adalah rendahnya tingkat kecerdasan masyarakat
Indonesia.
Menurut
Baharuddin
faktor penghambat dalam pembangunan koperasi adalah kurangnya dedikasi pengurus
terhadap kelangsungan hidup koperasi. Ini berarti bahwa kepribadian dan mental
pengurus, pengawas, dan manajer belum berjiwa koperasi sehingga masih perlu
diperbaiki lagi.
Prof. Wagiono Ismangil
berpendapat bahwa faktor penghambat kemajuan koperasi adalah kurangnya kerja
sama di bidang ekonomi dari masyarakat kota. Kerja sama di bidang sosial
(gotong royong) memang sudah kuat, tetapi kerja sama di bidang usaha dirasakan
masih lemah, padahal kerja sama di bidang ekonomi merupakan faktor yang sangat
menentukan kemajuan lembaga koperasi.
Dekan
Fakultas Administrasi Bisnis universitas Nebraska Gaay Schwediman, berpendapat bahwa untuk
kemajuan koperasi maka manajemen tradisional perlu diganti dengan manajemen
modern yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
a. semua anggota
diperlakukan secara adil,
b. didukung administrasi
yang canggih,
c. koperasi yang
kecil dan lemah dapat bergabung (merjer) agar menjadi koperasi yang lebih kuat
dan sehat,
d. pembuatan
kebijakan dipusatkan pada sentra-sentra yang layak,
e. petugas pemasaran
koperasi harus bersifat agresif dengan menjemput bola bukan hanya menunggu
pembeli,
f. kebijakan
penerimaan pegawai didasarkan atas kebutuhan, yaitu yang terbaik untuk
kepentingan koperasi,
g. manajer selalu
memperhatikan fungsi perencanaan dan masalah yang strategis,
h. memprioritaskan keuntungan
tanpa mengabaikan pelayanan yang baik kepada anggota dan pelanggan lainnya,
i. perhatian
manajemen pada faktor persaingan eksternal harus seimbang dengan masalah
internal dan harus selalu melakukan konsultasi dengan pengurus dan pengawas
j. keputusan usaha
dibuat berdasarkan keyakinan untuk memperhatikan kelangsungan organisasi dalam
jangka panjang,
k. selalu memikirkan pembinaan
dan promosi karyawan,
l.
pendidikan anggota menjadi salah satu program yang rutin untuk dilaksanakan.
Sebelum
mengabil kesimpulan apakah kopersi siap dalam menghadapi globalisasi mari kita
bahas terlebih dahulu keunggulan – keunggulan dari koperasi.
Keunggulan
keunggulan Koperasi yang tidak dimiliki
oleh lembaga – lembaga lain :
1. setiap orang dewasa dapat menjadi anggota sebuah koperasi.
Kedua, keanggotaan koperasi bersifat terbuka dan sukarela. Terbuka artinya
anggota koperasi terbuka bagi siapa saja sesuai dengan jenis koperasinya.
2. keanggotaan koperasi tidak membedakan suku, ras, derajat
maupun agama. Keempat adalah sukarela, artinya keanggotaan koperasi tidak atas
paksaan.
3. keanggotaan koperasi tidak membedakan suku, ras, derajat
maupun agama. Keempat adalah sukarela, artinya keanggotaan koperasi tidak atas
paksaan
Dari tiga kelebihan di atas kita dapat simpulkan bahwa
koperasi merupakan suatu badan usaha yang tahan krisis dari segi internal dan
eksternal.
Dari Segi Internal,
koperasi sangat kuat
karena ada ikatan yang mengikat antara pengurus koperasi dan anggotannya
sehingga tingkat terjadinya masalah di dalam suatu koperasi itu sendiri sangat
rendah apabila Koperasi di jalankan sesuai dengan visi dan misi koperasi
Dari Segi
eksternal, Kopersi juga kebal dan cukup
kuat mengahadapi persaingan yang semakin ketat karena di Indonesia masih banyak
yang perlu di tingatkan dari segi Usaha Kecil Menengah
sehingga kebutuhan akan koperasi masih sangat tinggi sehingga bila koperasi di
manfaatkan dengan sungguh – sungguh maka pasti menjadi pilihan utama bagi para
pengusaha kecil dan menengah untuk berkerja sama.
“ Jadi
kesimpulanya koperasi di Indonesia sangat siap mengahadapi era globalisasi
apabila ada sinergi yang kuat antara Pemerintah dan pengurus serta anggota
koperasi dalam memanfaatkan koperasi untuk tujuan ekonomi kerakyatan di
Indonesia “
Referensi
Sitio Arief dan Tamba
Haloman (2001). Koperasi Teori dan
Praktik . Jakarta : Erlangga
No comments:
Post a Comment