Salam

Assalamu Allaikum

Friday, 10 January 2014

Kami mencemaskan bangsa ini

Kami mencemaskan Bangsa Ini

Sudah lama Negara ini merdeka tapi masih jarang pemimpin yang tumbuh menjadi pemimpin yang sebenar – benarnya cinta pada bangsa ini. Sebenarnya – benarnya cinta mempunyai makana yang luas. Ini mengandung arti bahwa pemimpinyan benar – benar cinta pada bangsa adalah pemimpin yang yang mementingkan kpentingan kelompok banyak dari pada kepentingan individu. Pemimpin yang mementingkan kepentingan kelompok banyak dari pada kepentingan kelompok kecil ( partainya sendiri ). Pemimpin yang mementingkan kepentingan kepentingan rakyat misikin dari pada rakyat yang sudah kaya , dan deterusnya.

Penulis sebagai generasi muda merasa cemas dengan kondisi pemerintahan di Negara kita tercinta ini. Setiap amanah yang seharusnya di jalankan dengan sebaik –baiknya  . bekerja dengan jujur dan adil merupakan modal dasar untuk menjadi pemimpin. Bukan malah modal uang untuk biaya promosi mencalonkan diri menjadi pejabat. Kalau modal pemimpin kita adalah uang maka pemimpin – pemimpin kita tidak jauh beda dengan sebuah produk yang di perdagangkan di pasaran.

Terlebih dalam masalah hukum. Hukum seperti di permainkan oleh para pengasa. Orang yang tahu hukum seakan bukan di gunakan ilmunya untuk menegakan hukum melainkan untuk mempermainkan hukum di Negara Indonesia. Sebagai contoh kasus Bank Century yang hampir 6 tahun belum juga selesai karna penulis yakin dalam kasus ini pasti ada permainan petinggi – petinggi kita yang membuat kasus ini tidak kunjung usai tapi saya yakin permainan anda akan dib alas setimpal dengan kejahatan anda. Begitu sebaliknya ketika kasus Mak Minah dengan dugaan pencurian enam buah pring dan telah di vonis oleh mahkamah agung. Hukum bergitu cepat di tindakan ketika menyangkut masalah – masalah yang di lakukan oleh orang – orang kecil.

“ Eh Negara Ini bukan Punya Bapakmu Jadi sadar diri lah “


Bangsa ini memerlukan pemimpin muda yang baru yang tentu bukan dari generasinya para pemimpin – pemimpin kita sekarang

No comments:

Post a Comment