Salam

Assalamu Allaikum

Monday, 28 April 2014

SURAT PERJANJIAN


SURAT PERJANJIAN
UTANG – PIUTANG


Pada hari ini  tanggal 25 April 2014, kami yang  bertanda tangan di bawah ini:

1.  Nama                      : Riski Apriyani
      Umur                     : 40 Tahun
      Pekerjaan               : CE0 PT. Indo
      No. KTP / SIM     : 18120001251000
      Alamat                  : Jl. Pegangsaan Timur No. 10 Jakarta Pusat 
      Telepon                 : 087764526780
Bertindak untuk dan atas nama diri sendiri dan untuk selanjutnya  disebut PIHAK PERTAMA.

2.  Nama                      : Aditya Siswantara
     Umur                      : 40 Tahun
      Pekerjaan               : CEO PT. Bogor Mandiri
     No. KTP / SIM      : 098766654389000
     Alamat                   :  Jl. Raya Bogor No.31, bogor, Jawa barat
     Telepon                  : 087764543214
Bertindak untuk dan atas nama diri sendiri dan untuk selanjutnya  disebut PIHAK KEDUA. 

a. Dengan ini menyatakan, bahwa PIHAK PERTAMA telah dengan sah dan  benar mempunyai utang uang karena pinjaman kepada PIHAK KEDUA, sebesar [(Rp. 2.000.000) ( dua juta rupiah )].
b. PIHAK PERTAMA mengakui telah menerima jumlah uang tersebut  secara lengkap dari PIHAK KEDUA sebelum penandatanganan Surat  Perjanjian ini, sehingga Surat Perjanjian ini diakui oleh kedua belah pihak dan berlaku sebagai tanda penerimaan yang sah.
c. PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan telah menerima pengakuan  berhutang dari PIHAK PERTAMA tersebut di atas.
d. Kedua belah pihak telah bersepakat untuk mengadakan serta  mengikatkan diri terhadap syarat-syarat serta ketetapan-ketetapan dalam  perjanjian ini yang diatur dalam 8 (delapan) pasal sebagai berikut:

Pasal 1
PEMBAYARAN

PIHAK PERTAMA berjanji akan membayar hutang uang sebesar [(Rp. 2000.000) ( dua juta rupiah )] tersebut selambat-lambatnya tanggal ( 17 Agustus 2014 ) kepada PIHAK KEDUA.
  
Pasal 2
BUNGA

1. PIHAK PERTAMA wajib membayar bunga atas uang pinjaman tersebut sebesar [(5 ) % ( sepuluh )] persen atau sejumlah [(Rp. 100.000) ( seratus rribu rupiah )] per bulan hingga pelunasan keseluruhan hutang PIHAK PERTAMA dilakukan.
2. Pembayaran bunga tersebut dilakukan PIHAK PERTAMA kepada  PIHAK KEDUA setiap tanggal [( 25 ) ( dua puluh lima )] pada bulan yang sedang berjalan selama berlakunya Surat Perjanjian ini.
3. Pembayaran oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA  dilaksanakan melalui Rekening PIHAK KEDUA pada Bank ( BRI  dan Jl. Raya Bogor No.31, bogor, Jawa barat ) dengan nomor rekening : 09887766544333

Pasal 3
PELANGGARAN
 
Jika PIHAK PERTAMA lalai atau tidak dapat memenuhi seluruh kewajibannya  sebagaimana ditetapkan dalam Surat Perjanjian ini dan atau apabila terjadi  pelanggaran oleh PIHAK PERTAMA atas salah satu atau beberapa  kewajibannya sebagaimana yang disebutkan dalam Surat Perjanjian ini , maka  PIHAK KEDUA berhak menagih segera secara sekaligus jumlah hutang  pinjaman tersebut meskipun jatuh tempo perjanjian ini belum dicapai.
  
Pasal 4
HAL-HAL YANG TIDAK DIINGINKAN

PIHAK KEDUA berhak menagih kembali seluruh uang hutang PIHAK  PERTAMA secara sekaligus, apabila:
1. PIHAK PERTAMA dinyatakan bangkrut atau pailit oleh Pengadilan  sebelum tanggal jatuh tempo perjanjian ini dicapai.
2. PIHAK PERTAMA meninggal dunia sebelum tanggal jatuh tempo  perjanjian ini, kecuali jika ahli waris PIHAK PERTAMA sanggup dan  bersedia memenuhi kewajiban-kewajiban yang berkaitan dengan isi Surat
Perjanjian ini.
  
Pasal 5
BIAYA PENAGIHAN

Semua biaya penagihan hutang tersebut di atas, termasuk biaya juru sita dan  biaya-biaya kuasa PIHAK KEDUA untuk menagih hutang tersebut, menjadi  tanggungan dan wajib dibayarkan oleh PIHAK PERTAMA.
  
Pasal 6
BIAYA-BIAYA LAINNYA

Biaya pembuatan Surat Perjanjian ini dan segala biaya yang berhubungan  dengan hutang pinjaman tersebut di atas menjadi tanggungan dan wajib  dibayarkan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA.
  
Pasal 7
PENYELESAIAN PERSELISIHAN

1. PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang telah mengikatkan diri  dalam perjanjian utang-piutang ini telah bersepakat untuk menempuh  jalan kekeluargaan atau musyawarah untuk mufakat guna menyelesaikan  hal-hal atau perselisihan yang mungkin timbul. 
2. Apabila ternyata jalan musyawarah dianggap tidak berhasil untuk  mendapatkan penyelesaian yang melegakan kedua belah pihak, kedua  belah pihak bersepakat untuk menempuh upaya hukum dengan  segala akibatnya.
  
Pasal 8
PENUTUP

Surat perjanjian ini dibuat di atas kertas bermaterei secukupnya yang  ditandatangani dan dibuat rangkap dua berkekuatan hukum yang sama serta  masing-masing dipegang oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.


        PIHAK PERTAMA                                                                     PIHAK KEDUA





           [ Riski Apriyani ]                                                                        [ Aditya Siswantara ]



                                                                 SAKSI-SAKSI:





       [ Akhmad Fajri Varian ]                                                                 [ Asep Herdiansyah ]



No comments:

Post a Comment