SEANDAINYA SAYA MENJADI MENTRI KOPERASI DI INDONESIA
Seandainya saya menjadi mentri koperasi
di Indonesia ?
Pertanyaan
tersebut sangat susah saya jawab karena bagitu kompleknya permasalahan –
permasalahan koperasi seperti Tingkat kinerja yang rendah, Manajemen yang tidak
professional , deficit modal, dan kurangnya fasilitas serta sosialisasi
Pemerintah dalam mendukung berkembangnya koperasi di Indonesia. Tetapi dengan
rasa cinta saya pada perkoperasian Indonesia saya yakin bisa menaklukan
permasalahan – permasalahan tersebut dengan manajemen yang profeional yang saya
terapkan ketika saya nanti menjadi mentri koperasi.,
Koperasi
sebagai badan usaha yang tentunya sangat menguntungkan di terapkan di Negara
kita untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat seperti memangkas
pengangguran, dapat menciptakan usaha kecil menengah sehingga di harapkan
terjadi roda perekonomian ke arah yang lebih baik di tempat - tempat
terpencil khususnya pedesaan. Dengan hal
tersebut maka tingkat perpindahan penduduk dari desa ke kotapun akan mengalami
penurunan.
Dengan
adanya koperasi – koperasi di daerah terpencil khususnya pedesaan tentunya juga
akan meningkatkan produktivitas petani karena tersedianya pupuk dan prasana –
prasana lainya yang memadai.Hal ini tentunya akan membantu program Pemerintah
yaitu terciptanya swasembada pangan.
Selain itu koperasi juga mau tidak mau harus
memikirkan laba yang di peroleh guna untuk mengembangkan koperasi itu sendiri
sehingga pelayanan dalam koperasi tersebut semakin membaik hal ini dapat juga
penting untuk koperasi dalam menghadapi pasar persaingan terbuka yang kian
ketat. Namun demikian bahwa koperasi harus tetap mengingat bahwa koperasi
adalah milik besama yang di buat untuk kepentingan anggota
Seandainya
saya menjadi mentri koperasi pada tahun xxxx nanti, saya akan melakukan
metamorfosis peranan Pemerintah dalam perkembangan koperasi di antaranya :
- Sosialisasi Yang sungguh – sungguh
Kita
ketahui semua bahwa keberadaan koperasi di Indonesia sebagian besar tidak mampu
menahan gempuran dari ketatnya persaingan pasar bebas. Hal tersebut telah
menghilangkan benak koperasi sebagai suatu badan usaha yang terfokus pada kesejahteraan
anggota oleh sebagin besar masyarakat. Dengan hal – hal yang seperti ini maka
Pemerintah seharusnya kedepan perlu melakukan sosialisasi kembali kepada
masyarakat .
Perlu
di ketahui juga bahwa suatu sosialisasi koperasi juga perlu di lakukan kembali ketika
sosialisasi sebelumnya kurang sempurnya yang berakibat pada tidak mengertinya
masyarakat akan koperasi. Kurang mengertinya masyarakat pada koperasi inilah
yang merupakan salah satu penyebab koperasi kian lemah karena kurangnya anggota
sehingga koperasinpun tidak mampu melakukan perkembangan dan inovasi untuk
bersaing di pasar bebas.
Seandainya
saya menjadi mentri koperasi saya akan melakukan sosiali yang sungguh – sungguh
dengan mengerahkan semua anak buah saya dan saya sendiri tentunya untuk turun langsung ke dalam masyarakat
untuk menjelaskan kepada mereka manfaat koperasi sehingga di harapkan koperasi
dapat berkembang di daerah pedesaan . Selain melakukan sosialisasi langsung ,
sosialisasi dapat juga di lakukan melalui media elektronik, media cetak ,
mengadakan seminar di kampus – kampus, dan lain – lain.
- Pemerintah Memberikan HIBAH
Hibah
atau bantuan suka rela dari Pemerintah ini diharapkan dapat menunjang
keberadaan koperasi di Indonesia dan dapat memberikan Tingkat kinerja yang
tinggi yang selama ini mencoreng citra koperasi di indonesia. Hibah dari
Pemerintah tersebut misalnya membangun kantor , merenovasi kantor koperas atau
juga dapat berupa kendaraan. Namun
demikian hal ini perlu di lakukan manajemen yang profesional oleh Pemerintah
yang memberi fasilitas untuk tidak pantang menyerah melakukan controlling pada
koperasi sehingga dana Hibah dari Pemerintah dapat di gunakan dengan
semestinnya. Tingkat kinerja yang tinggi inilah yang di harapkan dapat membuat
pera pengurus koperasi untuk lebih baik lagi dalam melaksanakan pelayanan
koperasi sehingga nantinya anggota koperasi akan merasa terpuaskan. Tingkat
kinerja yang tinggi juga tentu akan meningkatkan pengurus dan anggota koperasi
untuk dapat mengelola keuangan koperasi
sehinga dengan pengelolaan keuangan yang baik maka koperasi akan mampu
mengembangkan koperasi itu sendiri dan bersaing dalam pasar bebas.
- Pemerintah harus melakukan modernisasi organisani koperasi melalui pendidikan dan informasi
Sebagai
metri koperasi saya akan melakukan pendidikan dan pelatihan khusus terhadap
generasi muda yang ingin terjun ke dalam
perkoperasian dengan berkerja sama dengan beberapa universitas di Indonesia
Karena dalam memajukan koperasi di
Indonesia yang dapat tetap bertahan terhadap persaingan bebas di butuhkan suatu
tenaga kerja atau SDM manusia yang berkualitas, kreative serta mempunyai keahlian
dalam teknologi dan informasi.
Pendidikan dan Teknologi informasi inilah yang harus Pemerintah dorong
kepada generasi muda sebagai penerus perjuangan koperasi sehingga ke depan
koperasi di Indonesia dapat mengikuti perkembangan zaman. Pendidikan dan
teknologi informasi ini tentu akan membuat manajemen koperasi kedepan menjadi
lebih professional dan di harapkan dengan dasar ilmu yang kuat maka pengurus
dan anggota koperasi dapat mempunyai kemandirian untuk mengelola koperasi di
daerahnya masing – masing dan mengurangi ketergantungan terhadap Pemerintah.
- Mewujudkan Kemandirian pada jiwa pengurus dan anggota koperasi
Berbagai
fasilitasi seperti memberikan HIBAH ini tidak di jadikan koperasi di Indonesia
mendatang terlalu tergantung pada Pemerintah.
Pemerintah sebagai fasilisator hanya bertugas memfasilitasi dan
mendorong terwujudnya koperasi yang mempunyai SDM Unggul, manajemen yang
profesinal serta tingkat kinerja yang baik. Dengan dorongan fasilitas dan manajemen
pengawasan yang baik dan benar dari Pemerintah inilah saya yakin para pengurus
dan anggota koperasi dapat mempunyai kemandirian yang lebih baik tidak seperti
pada masa orde baru. Dengan kemandirian ini saya yakin pengurus dan aggota
koperasi akan mampu untuk mengembangkan dan memperluas skala usaha koperasi.
Karena penulis berpendapat tanpa modal dan skala usaha yang besar maka koperasi
di Indonesia akan susah untuk menghadapi persaingan. Bersaing aja susah apalagi
berkembang.
- Mencegah terjadinya kekuranga modal
Dengan
manajemen yang profesional, bantun fasilitas dari pemerintah dan pengawasan yang
rutin dari Pemerintah serta beberapa perbaikan di atas tentunya secara otomatis
potensi kekurangan modal akan berkurang. Manajemn yang professional akan
membuat organisasi menjadi tertata sehingga tujuaan koperasi akan menjadi
sesuai dengan yang di harapkan. Begitu pula fasilitas dan modernisasi akan
membuat tingkat kinerja meningkat yang berakibat pada peningkatan pelayanan
kepada anggota koperasi . Hal tersebut mungkin yang terjadi pada koperasi –
koperasi besar di Indonesia seperti KISEL.
Namun kekurangan modal biasanya terjadi pada koperasi – koperasi kecil menengah
yang tingkat pendapatan anggotanya kecil sehingga dana koperasi yang berasal
dari simpanan wajib (pokok) setiap anggotanya sangat kecil bahkan nyaris tidak
ada. Begitu juga ketika mereka ingin meminjam uang ke perbankanpun di tolak
Karena kurang dalam memenuhi persyratan yang di ajukan pihak perbankan. Disini
saya tidak menyalahkan perbankan yang tidak mau meminjamkan uang pada koeprasi
karna setiap organisasi khususnya perbankan pasti lebih memilih suatu tindakan
yang paling baik untuk mereka. Yang perlu di perbaiki pada perkoperasian
Indonesia adalah bagaimana mereka khususnya koperasi kecil menengah untuk di
beri pelatihan tentang koperasi sehingga manajemen dalam koperasi akan menjadi
lebih professional. Dengan sosialisasi dan pelatihan ini maka di harapkan dapat
mengelola dana dari simpanan wajib anggota koperasi serta dana bantuan dari
Pemerintah dapat di gunakan untuk sektor – sektor yang lebih produktif.
Dengan
manajemen yang professional juga di harapkan koperasi – koperasi kecil di
Indonesia dapat ikut tumbuh dan berkembang mengikuti koperasi yang sudah sukses
seperti kisel dan lain – lain. Manajement koperasi yang professional juga
berdampak sangat banyak pada kemajuan koperasi itu sendiri di antaranya :
a)
Dengan
manajemen koperasi yang professional khususnya pada penerapan fungsi pengawasan
maka akan dapat mengurangi penyelewengan – penyelewengan sehingga berdampak
pada tujuan – tujuan koperasi dapat terwujud dengan baik dan benar.
b)
Dengan
manajement koperasi yang professional maka sumberdaya yang ada seperti
missal modal dapat di kembangakan dan
inovasikan sehingga tingkat keuntungan menjadi lebih efektif.
c)
Dengan
manajemen yang profesial juga dapat menambah daya saing kita terhadap
perekonomian terbuka.
d)
Dengan
manajemen yang professional maka akan meningkatkan kerjasama antara pengurus
dan anggota koperasi
Daftar Pustaka
Rasyah, Husni (2012). 25 koperasi
besar indonesiaAlex.Jakarta: Elex Media Komputindo
No comments:
Post a Comment