KOPTI KABUPATEN BOGOR
Nama Kelompok
Ahmad
Fajri Shauti
Dian
Kurniawan
Pandu
Varian
Riski
Apriyani
Hasil Observasi
A.
Awal Terbentuknya Kopti
Koperasi Yang terletak di Jl. Raya Cilendek no 27, Bogor
ini merupakan suatu badan usaha yang
sangat bermanfaat bagi ekonomi kerakyatan yang saat ini masih di kembangkan
oleh Pemerintah. Selain hal tersebut dengan adanya koperasi ini juga dapat
memangkas penganggura yang ini tentu akan
membantu program Pemerintah akan masalah pengangguran.
Pada masa kepemimpinan Pa soeharto para pemimpin mungkin
memikirkan, ekonomi seperti apa sih yang cocok di terpakan di Indonesia?
Kemudian para pemimpin kita terdahulu memfokuskan koperasi sebagai sarana
memajukan perekonomian kerakyatan. Selain itu koperasi melibatkan asas
kekeluargaan, kerja sama dan gotong royong antara pegawai koperasi dan anggota
koperasi.
Kopti ( Koperasi Produsen Tempe dan Tahu Indonesia ) merupakan
wadah bagi para pengrajin tempe di kabupaten di Bogor dan sekitarnya. Kopti
sendiri berdiri pada tahun 1980 dan Kopti ini ada di semua kabupaten di
Indonesia . Pada Masa kepemimpinan Pa Soeharto Kopti sebagai anak emas oleh
Pemerintah Karna Pada masa kepemimpinan beliau Koperasi di pandang sebagai
pilar untuk memajukan perekonomomian di Indonesia.
Awal Mula di bentuknya Koperasi Produsen Tempe dan Tahu di
Indonesia di sebenarnya para pengrajin tempe dan tahu pada jaman kepeminminan
Pa Soeharto kesulitan dalam mendapatkan bahan baku kedelai karna tidak adanya
koperasi pada saat itu kemudian para pengrajin untuk dapat mendapatkan bahan
baku membeli ke Toko. Kemudian karna hal tersebut koperasi di bentuk oleh
Pemerintah sebagai wadah bagi para pengrajin Tahu dan Tempe di Indonesia. Sehingga di harapkan dengan adanya Kopti para
pengrajin Tahu dan Tempe dapat mendapatkan bahan baku dengan harga yang
terjangkau dan sebagian dari pendatan dapat disisihkan untuk dapat
mengembangkan usaha para pengrajin temped an tahu.
B.
Unit
Usaha Kopti
Kopti sebagai wadah bagi para pengrajin
tahu dan tempe di kabupaten bagor tentu memiliki peran bagi menyediakan bahan
baku bagi para pengrajin Tempe dan Tahu di Kabupaten Bogor dan Sekitarnya.
Selain sebgai pemasok bahan bahan baku ke
para pengrajain Kopti Juga mempunyai Unit Usaha lain.
1. Kopti juga memproduksi Tempe dan Tahu.
Namun produksi Tahu dan tempe yang di pasarkan kopti tidak di jual ke pasar
tradisional melainkan di jual kebeberapa rumah makan karna Kopti berkomitmen kepada
para anggotanya untuk tidak menjadi pesaing anggotanya sendiri karna jika Tempe
dan tahu yang di produksi kopti di pasarkan pada tempat yang sama pasti para
pengrajin tahu dan tempe biasa akan kalah dalam hal kualitas. Tempe dan Tahu yang di hasilkan Kopti dari
segi kualitas sangat jauh berbeda dengan tahu tempe oleh para pengrajin biasa,
karena kopti memproduksi tempe dengan peralatan yang modern.
2. Kopti Membuat Peralatan produksi tempe dan
tahu untuk kemudian di jual ke para pengrajin. Peralatan produksi Tempe dan
tahu yang di buat oleh Kopti sendiri terbuat dari bahan yang aman dan anti
karat dengan tujuan untuk mengubah alat – alat produksi pengrajin yang tidak
higienis ke peralatan produksi yang lebih higienis. Karna kebanyak pengrajin
sekarang yang masih menggunakan dream bekas oli untuk proses produksi mereka.
3. Untuk meningkatkan
kualitas Kopti Kab Bogor juga membangun Rumah Tempe Indonesia (RTI) yang
merupakan pabrik percontohan tempe yang memiliki standar HACCP. Proses produksi
di Rumah Tempe terkesan bersih dan efisien dengan teknologi ramah lingkungan
dan peralatan yang steril. Dalam membangun RTI Kopti Kab Bogor bekerjasama
dengan Forum Tempe Indonesia dan MercyCorps dan didanai oleh
FKS Multiagro, PT.Antam persero,dan Uni Eropa.
RTI melayani 5 propinsi untuk memasok peralatan pembuatan,
mulai dari alat Rumah Tempe Indonesia (RTI) yang merupakan pabrik percontohan
tempe yang memiliki standar HACCP perebusan kedelai hingga alat fermentasi
tempe dengan nilai proyek Rp.150 Juta/Pabrik. RTI Kopti Kab Bogor juga bekerja
sama dengan Kalbe Farma untuk membuat bubur tempe kemasan yang dapat berkhasiat
mencegah dan mengobati diare. Tempe yang dibuat oleh Kopti ini didistribusikan
ke Rumah Makan dan juga Boarding School
Selain unit usaha Kopti ini Kopti juga
melakukan beberapa usaha untuk meningkatkan kualitas dari hasil produksi tempe
dan tahu para pengrajin di antaranya :
a.
Kopti memberikan penyuluhan bagaimana
cara memproduksi Tempe dan Tahu yang baik.
b.
Kemudian ketika para pengrajin banyak mengeluh terhadap
ketersediaan plastik yang di gunakan untuk membungkus tempe yang sudah jadi
maka kopti berinisiatif untuk membuat plastik yang menarik untuk menarik para
pelanggan.
Pada
masa orde baru kopti dapat melakukan simpanan untuk pergi haji, simpanan untuk
peningkatan/ pengembangan usaha pengrajin dan lain lain. Namun sekarang dengan
berbagai permasalah yang banyak yang di sebabkan dari Pemerintah yang tidak
dapat mengelola SDA Maka hal itu susah di lakukan untuk Kopti sekarang.
“Bagaimana pengrajin akan menyimpan dana sedangkan untuk membeli bahan bakiu
aja masih kurang” Ujar Pa Endang.
C. Permasalahan – permasalahan Yang
ada di Kopti
a. Permasalahan bahan baku sangat
tergantung pada importir
Ketika berkunjung Ke
kopti kabupaten bogor tepatnya pada hari
Jumat 01 November 2013 ternyata saya sadar untuk mendapatkan informasi yang
benar memang harus berkunjung dan berdialog langsung dengan orang yang
bersangkutan. Info dari buku atau internet yang kita dapatkan sangat tidak
cukup untuk mengidentifikasi masalah – masalah koperasi di Indonesia khususnya
Kopti kabupaten bogor.
Pada saat saya bersama kelompok saya hendak
mengunjungi koperasi, yang mucul dalam benak saya bahwa permasalah –
permasalahan yang muncul dalam koperasi tentu tidak jauh dari manajemen yang
tidak professional serta tingkat kinerja yang rendah yang berakibat pada citra
koperasi yang buruk di masyarakat. Karna dari bebarapa buku tentang koperasi
permasalah itulah yang pasti selalu ada dalam koperasi. Ternyata semua yang ada
di benak saya semuanya salah. Karna di kopti sendiri banyak sekali yang di
berikan kepada para pengrajin mulai dari produksi peralatan yang modern sampai
pemberian penyuluhan bagaimana memproduksi Tempe dan Tahu dengan baik dan
benar. Dengan hal – hal tersebut maka tidak relevan jika kita mengatakan kopti
memiliki tingkat kinerja yang rendah dan manajemen yang tidak professional.
Permasalahan yang di timbul pada
Kopti adalah masalah bahan baku. “Kebutuhan akan kedelai kita adalah impor 100
Persen” ujar Pa Endang Selaku sekretaris
Kopti Kabupaten Bogor. Dengan kebutuhan kedelai kita yang impor maka terjadi
Kartel yang di lakjukan oleh importir. Kartel inilah yang menyebabkan harga
kedelai kita tidak setabil.
Ditamabah tidak adanya penstabilan
harga dari pemetintah
Pada masa kepemimpinan Presiden
Soeharto terdapat BULOG yang bertugas untuk mengendalikan harga dan mengelola
persediaan beras, gula, gandum, terigu, kedelai, pakan dan bahan pangan
lainnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, . Namun tugas tersebut
berubah dengan keluarnya Keppres No. 45 tahun 1997, dimana komoditas yang
dikelola BULOG dikurangi dan tinggal beras dan gula. Kemudian melalui Keppres
No 19 tahun 1998 tanggal 21 Januari 1998, Pemerintah mengembalikan tugas BULOG seperti
Keppres No 39 tahun 1968. Selanjutnya melalu Keppres No 19 tahun 1998, ruang
lingkup komoditas yang ditangani BULOG kembali dipersempit seiring dengan
kesepakatan yang diambil oleh Pemerintah dengan pihak IMF yang tertuang dalam
Letter of Intent (LoI). Dalam Keppres tersebut, tugas pokok BULOG dibatasi
hanya untuk menangani komoditas beras. Sedangkan komoditas lain yang dikelola
selama ini dilepaskan ke mekanisme pasar. Inilah sebenarnya permasalahan kenapa
harga kedelai tidak stabil “ ujar Pa Endang “. Karna lontaran Pemerintah akan
memulihakan tugas bulog sebagai penstabil hargapun hingga kini belum terlihat.
Kemudian karna kebutuhan kedelai kita
yang impor maka dampaknya ketika Nilai mata uang melemah maka kenaikan harga
kedelai tidak dapat lagi di bendung di tambah tidak adanya kebijakan
penstabilan harga dari Pemerintah. Dan Pa
Endang menambahkan “ Jahatnya importir ketika dia tahu bahwa nilai tukar rupiah
akan melemah maka mereka dengan sengaja menunda pengiriman bahan baku kedelai
di tengah laut”.
Jika
kita lihat dari segi kualitas memang kedelai impor lebih bagus karena sudah
mendapatkan rekayasa genetik jika di bandingkan dengan kedelai lokal.
Ironis Memang ketika
kelompok kami mendengar penjelasan Pa Endang. Ditambah dengan Negara kita yang
Agraris yang seharusnya dapat ekspor kedelai. Dan kegiatan impor ini di lakukan
dari orde baru sampai sekarang. Bayangkan ngapain aja selama ini Pemerintah.
Cuma dapat mengatakan bahwa kedelai impor kita di karenakan sebagai berikut :
·
Lahan yang terbatas
·
Produktivitas kedelai local rendah
·
Harga kedelai local yang rendah ketika
panen.
Jadi
pertanyaan kita. Selama orde baru sampai sekarang kerja dari Pemerintah di
bidang pertanian ( kedelai ) itu apa? Inilah
sebenarnya yang perlu perbaikan, bahwa kemandirian untuk bangsa kita wajib di
lakukan mulai sekarang karna sebagian besar dari SDA kita di kuasai oleh asing.
b. Kualitas Kedelai impor yang rendah
Permasalahan akan kualitas kedelai
impor juga sangat penting untuk kita bahas. Kedelai yang di impor oleh Amerika
sebenarnya merupakan kedelai kualitas rendah. Kedelai yang kita dapat dari
impor di amarika di gunakan untuk pakan Ternak “ Ujar Pa Endang”. Sebenarnya
ada kedelai dengan kualitas yang lebih
baik namun harganya 2 kali lipat dari kedelai yang biasa di impor.
c. Tidak adanya peran Pemerintah dalam
meningkatkan kualitas kedelai local
Inilah sebenarnya permasalahan kenapa
kedelai local di Indonesia sangat tergantung pada impor. Padahal seharusnya
suatu komodiitas yang di perlukan orang banyak di kelola Negara dan di gunakan
untuk kesejahateraan rakyat. Pemerintah seharusnya mampu mendorong intensitas
para petani dengan melakukan bebrapa perbaikan pada sektor pertanian. Pemerintah
juga dapat bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi yang bergerak di
bidang pertanian seperti ipb untuk menciptakan varietas unggul
KOPTI melalui Pa Endang sebenarnya
Cuma berharap sedikit dari Pemerintah. Kopti tidak mengharapkan subsidi dari
Pemerintah tpi mereka hanya berharap agar Pemerintah dapat menstabilkan harga
kedelai sehingga sehingga tidak ada lagi Kartel yang di lakukan oleh importir.
D.
SOLUSI
UNTUK KOPERASI
Negara kita adalah Negara yang belum di
kategorikan sebagai Negara maju, maka komoditas kedelai merupakan suatu
kebutuhan yang penting untuk kalangan bawah – kalangan atas. Bagi kalangan
menengah bawah Tempe merupakan sumber protein bagi mereka. Sehingga dengan
Pentingnya komoditas ini bagi masyarakat Pemerintah seharusnya dapat
menyediakan bahan baku dan dapat mengontrol harga kedelai.
Namun dari sekian banyak kekurangan dari
Pemerintah alangkah baiknya kita hargai dan mendukung semua yang di lakukan
oleh Pemerintah. Muadah – mudahan
kejadian seperti ini dapat menjadi introspeksi bagi Pemerintah dalam
menjalankan amanat masyarakat. Kita ketahui bahwa 100% dari bahan baku kita
adalah impor maka wajar jika kedelai kita lebih mahal dari biasanya kalau kita
tidak menerima mau bagaimana lagi, yang dapat kita lakukan bersama Pemerintah
adalah melakukan perbaikan dan beljar mandiri itu penting.
Solusi Untuk permasalahan –
permasyalahan akan bahan baku kedelai sebagai berikut
Dengan kondisi harga kedelai yang sekarang sangat
tinggi yang di akibatkan oleh melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap dollar
maka solusi jangka pendek yang dapat di lakukan oleh kopti sebagai wadah dari para
pengrajin adalah
I.
Solusi
Jangka Pendek ( kurang dari 1 tahun )
1.
Mogok kerja merupakan sesuatu yang
kadang menjadi alternative untuk membangunkan para pejabat. Namun yang
terpenting yang seharusnya di lakukan kopti dan para pengrajin adalah bagaimana
mereka dapat melakukan efisiensi biaya.
2.
Menaikan Harga atau memperkecil ukuran
untuk setiap bungkus tempe merupakan 2 langkah yang harus Kopti dan Para
pengrajin pilih untuk menutupi harga bahan baku yang sedang Naik karna tanpa
hal tersebut para pengrajin tidak mendapat keuntungan.
3.
Kopti harus memberikan Pelatihan kepada
para pengrajin agar dapat menggunakan bahan baku kedelai se-efisien mungkin
sehingga biaya produksi menjadi efisien. Karna dengan biaya produksi yang
efisien maka tingkat keuntungan yang di peroleh akan lebih banyak.
Presiden
Soekarno telah mengingatkan kepada kita semua bahwa pangan merupakan soal
mati-hidupnya suatu bangsa dan apabila kebutuhan pangan rakyat tidak dipenuhi
maka bersiap menunggu “malapetaka”. Kita harus terus mendorong untuk menjaga
ketahanan pangan nasional. Maka disini Pemerintah perlu melakukan beberapa
kebijakan yang untuk menstabilkan harga kedelai sehingga kebutuhan akan kedelai
juga akan terpenuhi.
Kebijakan seperti pembebasan beamasuk bagi
para importir merupakan kebijakan yang hanya akan menambah keuntungan untuk
para importir. Hal yang seharusnya di lakukan Pemerintah dalam jangka pendek
adalah menstabilkan harga kedelai.
1. BULOG perlu berperan kembali dalam
penstabil harga kedelai seperti pada masa orde baru sehingga para importir
tidak se-enaknya memainkan harga kedelai. Karna ketika harga kedelai naik turun
maka para pengrajin akan merasa kesusahan
dalam mengaatur anggaran untuk biaya produksi.
2. Setelah Bulog di terapkan bulog juga
di harapkan tidak memainkan harga kedelai kepada Koperasi temped an tahu di
Indonesia.
3. Selama Harga masih dalam jumlah yang
tidak wajar Pemerintah wajib melakukan subsidi kedelai untuk para pengrajin
dengan skala usaha yang kecil. Untuk
pengrajin yang besar menurut saya masih dapat bertahan karna mereka
mempunyai skala usaha yang besar sehingga biaya variable juga pasti lebih
rendah
Itulah Solusi jangka pendek yang
dapat di lakukan oleh koperasi dan Pemrintah dalam mengatasi harga kedelai
sekarang yang sangat tinggi .
II. Solusi jangka Panjang. ( lebih dari
1 tahun)
Solusi jangka panjang merupakan
solusi yang penting di lakukan dengan tujuan untuk meningkatkan produksi
kedelai nasional . Pemerintah harus mendorong swasembada kedelai untuk mengatasi gejolak kelangkaan
kedelai. Perlu di perhatikan juga bahwa dalam usaha penciptaan swasembada
kedelai di butuhkan waktu yang cukup lama sehingga di perlukan komitmen yang
sungguh – sungguh dari Pemerintah untuk mewujudkan hal tersebut. Berikut
menurut saya cara yang harus di lakukan oleh Pemerintah dalam menciptakan
swasembada kedelai untuk masa depan.
1 Membuat lahan khusus untuk meningkatkan
produktivitas para petani
2 Pemerintah harus membantu para petani
agar hasil kedelai local mempunyai kualitas yang tidak kalah dengan kedelai
impor sehingga mampu bersing dalam hal harga dan dapat menambah minat para
pengrajin untuk menggunakan kedelai local.
3 Ketika kedelai local dengan kualitas yang baikn sudah tersedia
maka Pemerintah wajib melakukan pembatasan impor kedelai sehingga hal tersebut
akan mengurangi persaingan terhadap kedelai local.
Berikut Lampiran untuk mendukung
Tugas Softkill observasi Koperasi
1. Surat
Keterangan Dari Kopti
2. Rumah Tempe Indonesia
(RTI) yang merupakan pabrik percontohan tempe yang memiliki standar HACCP
DAFTAR
PUSTAKA
WWW.Kopti-kabogor.blogspot.com
Rasyah, Husni
(2012). 25 koperasi besar indonesiaAlex. Media Komputindo.Jakarta: Elex Media
Komputindo

.jpg)



No comments:
Post a Comment