Salam

Assalamu Allaikum

Friday, 8 November 2013

Tugas Softkill 2 Observasi Koperasi


KOPTI KABUPATEN BOGOR


Nama Kelompok

Ahmad Fajri Shauti
Dian Kurniawan
Pandu Varian
Riski Apriyani




Hasil Observasi 



A.      Awal Terbentuknya Kopti

           Koperasi Yang terletak di Jl. Raya Cilendek no 27, Bogor  ini merupakan suatu badan usaha yang sangat bermanfaat bagi ekonomi kerakyatan yang saat ini masih di kembangkan oleh Pemerintah. Selain hal tersebut dengan adanya koperasi ini juga dapat memangkas penganggura yang ini tentu akan  membantu program Pemerintah akan masalah pengangguran.
           Pada masa kepemimpinan Pa soeharto para pemimpin mungkin memikirkan, ekonomi seperti apa sih yang cocok di terpakan di Indonesia? Kemudian para pemimpin kita terdahulu memfokuskan koperasi sebagai sarana memajukan perekonomian kerakyatan. Selain itu koperasi melibatkan asas kekeluargaan, kerja sama dan gotong royong antara pegawai koperasi dan anggota koperasi.
           Kopti ( Koperasi Produsen Tempe dan Tahu Indonesia ) merupakan wadah bagi para pengrajin tempe di kabupaten di Bogor dan sekitarnya. Kopti sendiri berdiri pada tahun 1980 dan Kopti ini ada di semua kabupaten di Indonesia . Pada Masa kepemimpinan Pa Soeharto Kopti sebagai anak emas oleh Pemerintah Karna Pada masa kepemimpinan beliau Koperasi di pandang sebagai pilar untuk memajukan perekonomomian di Indonesia.
           Awal Mula di bentuknya Koperasi Produsen Tempe dan Tahu di Indonesia di sebenarnya para pengrajin tempe dan tahu pada jaman kepeminminan Pa Soeharto kesulitan dalam mendapatkan bahan baku kedelai karna tidak adanya koperasi pada saat itu kemudian para pengrajin untuk dapat mendapatkan bahan baku membeli ke Toko. Kemudian karna hal tersebut koperasi di bentuk oleh Pemerintah sebagai wadah bagi para pengrajin Tahu dan Tempe di Indonesia.  Sehingga di harapkan dengan adanya Kopti para pengrajin Tahu dan Tempe dapat mendapatkan bahan baku dengan harga yang terjangkau dan sebagian dari pendatan dapat disisihkan untuk dapat mengembangkan usaha para pengrajin temped an tahu.

B.     Unit Usaha Kopti
     Kopti sebagai wadah bagi para pengrajin tahu dan tempe di kabupaten bagor tentu memiliki peran bagi menyediakan bahan baku bagi para pengrajin Tempe dan Tahu di Kabupaten Bogor dan Sekitarnya.
     Selain sebgai pemasok bahan bahan baku ke para pengrajain Kopti Juga mempunyai Unit Usaha lain.
1.           Kopti juga memproduksi Tempe dan Tahu. Namun produksi Tahu dan tempe yang di pasarkan kopti tidak di jual ke pasar tradisional melainkan di jual kebeberapa rumah makan karna Kopti berkomitmen kepada para anggotanya untuk tidak menjadi pesaing anggotanya sendiri karna jika Tempe dan tahu yang di produksi kopti di pasarkan pada tempat yang sama pasti para pengrajin tahu dan tempe biasa akan kalah dalam hal kualitas.  Tempe dan Tahu yang di hasilkan Kopti dari segi kualitas sangat jauh berbeda dengan tahu tempe oleh para pengrajin biasa, karena kopti memproduksi tempe dengan peralatan yang modern.

2.           Kopti Membuat Peralatan produksi tempe dan tahu untuk kemudian di jual ke para pengrajin. Peralatan produksi Tempe dan tahu yang di buat oleh Kopti sendiri terbuat dari bahan yang aman dan anti karat dengan tujuan untuk mengubah alat – alat produksi pengrajin yang tidak higienis ke peralatan produksi yang lebih higienis. Karna kebanyak pengrajin sekarang yang masih menggunakan dream bekas oli untuk proses produksi mereka.          

3.           Untuk meningkatkan kualitas Kopti Kab Bogor juga membangun Rumah Tempe Indonesia (RTI) yang merupakan pabrik percontohan tempe yang memiliki standar HACCP. Proses produksi di Rumah Tempe terkesan bersih dan efisien dengan teknologi ramah lingkungan dan peralatan yang steril. Dalam membangun RTI Kopti Kab Bogor bekerjasama dengan Forum Tempe Indonesia dan MercyCorps dan didanai oleh FKS Multiagro, PT.Antam persero,dan Uni Eropa.
           RTI melayani 5 propinsi untuk memasok peralatan pembuatan, mulai dari alat Rumah Tempe Indonesia (RTI) yang merupakan pabrik percontohan tempe yang memiliki standar HACCP perebusan kedelai hingga alat fermentasi tempe dengan nilai proyek Rp.150 Juta/Pabrik. RTI Kopti Kab Bogor juga bekerja sama dengan Kalbe Farma untuk membuat bubur tempe kemasan yang dapat berkhasiat mencegah dan mengobati diare. Tempe yang dibuat oleh Kopti ini didistribusikan ke Rumah Makan dan juga Boarding School

         Selain unit usaha Kopti ini Kopti juga melakukan beberapa usaha untuk meningkatkan kualitas dari hasil produksi tempe dan tahu para pengrajin di antaranya :
a.       Kopti memberikan penyuluhan bagaimana cara memproduksi Tempe dan Tahu yang baik.
b.      Kemudian ketika  para pengrajin banyak mengeluh terhadap ketersediaan plastik yang di gunakan untuk membungkus tempe yang sudah jadi maka kopti berinisiatif untuk membuat plastik yang menarik untuk menarik para pelanggan.
Pada masa orde baru kopti dapat melakukan simpanan untuk pergi haji, simpanan untuk peningkatan/ pengembangan usaha pengrajin dan lain lain. Namun sekarang dengan berbagai permasalah yang banyak yang di sebabkan dari Pemerintah yang tidak dapat mengelola SDA Maka hal itu susah di lakukan untuk Kopti sekarang. “Bagaimana pengrajin akan menyimpan dana sedangkan untuk membeli bahan bakiu aja masih kurang” Ujar Pa Endang.

C.      Permasalahan – permasalahan Yang ada di Kopti

a.      Permasalahan bahan baku sangat tergantung pada importir

        Ketika berkunjung Ke kopti kabupaten bogor  tepatnya pada hari Jumat 01 November 2013 ternyata saya sadar untuk mendapatkan informasi yang benar memang harus berkunjung dan berdialog langsung dengan orang yang bersangkutan. Info dari buku atau internet yang kita dapatkan sangat tidak cukup untuk mengidentifikasi masalah – masalah koperasi di Indonesia khususnya Kopti kabupaten bogor.
           Pada saat saya bersama kelompok saya hendak mengunjungi koperasi, yang mucul dalam benak saya bahwa permasalah – permasalahan yang muncul dalam koperasi tentu tidak jauh dari manajemen yang tidak professional serta tingkat kinerja yang rendah yang berakibat pada citra koperasi yang buruk di masyarakat. Karna dari bebarapa buku tentang koperasi permasalah itulah yang pasti selalu ada dalam koperasi. Ternyata semua yang ada di benak saya semuanya salah. Karna di kopti sendiri banyak sekali yang di berikan kepada para pengrajin mulai dari produksi peralatan yang modern sampai pemberian penyuluhan bagaimana memproduksi Tempe dan Tahu dengan baik dan benar. Dengan hal – hal tersebut maka tidak relevan jika kita mengatakan kopti memiliki tingkat kinerja yang rendah dan manajemen yang tidak professional.
           Permasalahan yang di timbul pada Kopti adalah masalah bahan baku. “Kebutuhan akan kedelai kita adalah impor 100 Persen”  ujar Pa Endang Selaku sekretaris Kopti Kabupaten Bogor. Dengan kebutuhan kedelai kita yang impor maka terjadi Kartel yang di lakjukan oleh importir. Kartel inilah yang menyebabkan harga kedelai kita tidak setabil.

Ditamabah tidak adanya penstabilan harga dari pemetintah

           Pada masa kepemimpinan Presiden Soeharto terdapat BULOG yang bertugas untuk mengendalikan harga dan mengelola persediaan beras, gula, gandum, terigu, kedelai, pakan dan bahan pangan lainnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, . Namun tugas tersebut berubah dengan keluarnya Keppres No. 45 tahun 1997, dimana komoditas yang dikelola BULOG dikurangi dan tinggal beras dan gula. Kemudian melalui Keppres No 19 tahun 1998 tanggal 21 Januari 1998, Pemerintah mengembalikan tugas BULOG seperti Keppres No 39 tahun 1968. Selanjutnya melalu Keppres No 19 tahun 1998, ruang lingkup komoditas yang ditangani BULOG kembali dipersempit seiring dengan kesepakatan yang diambil oleh Pemerintah dengan pihak IMF yang tertuang dalam Letter of Intent (LoI). Dalam Keppres tersebut, tugas pokok BULOG dibatasi hanya untuk menangani komoditas beras. Sedangkan komoditas lain yang dikelola selama ini dilepaskan ke mekanisme pasar. Inilah sebenarnya permasalahan kenapa harga kedelai tidak stabil “ ujar Pa Endang “. Karna lontaran Pemerintah akan memulihakan tugas bulog sebagai penstabil hargapun hingga kini belum terlihat.
           Kemudian karna kebutuhan kedelai kita yang impor maka dampaknya ketika Nilai mata uang melemah maka kenaikan harga kedelai tidak dapat lagi di bendung di tambah tidak adanya kebijakan penstabilan harga dari Pemerintah. Dan Pa Endang menambahkan “ Jahatnya importir ketika dia tahu bahwa nilai tukar rupiah akan melemah maka mereka dengan sengaja menunda pengiriman bahan baku kedelai di tengah laut”.
           Jika kita lihat dari segi kualitas memang kedelai impor lebih bagus karena sudah mendapatkan rekayasa genetik jika di bandingkan dengan kedelai lokal.
        Ironis Memang ketika kelompok kami mendengar penjelasan Pa Endang. Ditambah dengan Negara kita yang Agraris yang seharusnya dapat ekspor kedelai. Dan kegiatan impor ini di lakukan dari orde baru sampai sekarang. Bayangkan ngapain aja selama ini Pemerintah. Cuma dapat mengatakan bahwa kedelai impor kita di karenakan sebagai berikut :
·         Lahan yang terbatas
·         Produktivitas kedelai local rendah
·         Harga kedelai local yang rendah ketika panen.
Jadi pertanyaan kita. Selama orde baru sampai sekarang kerja dari Pemerintah di bidang pertanian ( kedelai ) itu apa?  Inilah sebenarnya yang perlu perbaikan, bahwa kemandirian untuk bangsa kita wajib di lakukan mulai sekarang karna sebagian besar dari SDA kita di kuasai oleh asing.
b.      Kualitas Kedelai impor yang rendah

              Permasalahan akan kualitas kedelai impor juga sangat penting untuk kita bahas. Kedelai yang di impor oleh Amerika sebenarnya merupakan kedelai kualitas rendah. Kedelai yang kita dapat dari impor di amarika di gunakan untuk pakan Ternak “ Ujar Pa Endang”. Sebenarnya ada  kedelai dengan kualitas yang lebih baik namun harganya 2 kali lipat dari kedelai yang biasa di impor.
 
c.       Tidak adanya peran Pemerintah dalam meningkatkan kualitas kedelai local
            Inilah sebenarnya permasalahan kenapa kedelai local di Indonesia sangat tergantung pada impor. Padahal seharusnya suatu komodiitas yang di perlukan orang banyak di kelola Negara dan di gunakan untuk kesejahateraan rakyat. Pemerintah seharusnya mampu mendorong intensitas para petani dengan melakukan bebrapa perbaikan pada sektor pertanian. Pemerintah juga dapat bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi yang bergerak di bidang pertanian seperti ipb untuk menciptakan varietas unggul
            KOPTI melalui Pa Endang sebenarnya Cuma berharap sedikit dari Pemerintah. Kopti tidak mengharapkan subsidi dari Pemerintah tpi mereka hanya berharap agar Pemerintah dapat menstabilkan harga kedelai sehingga sehingga tidak ada lagi Kartel yang di lakukan oleh importir.

D.         SOLUSI UNTUK KOPERASI
    
     Negara kita adalah Negara yang belum di kategorikan sebagai Negara maju, maka komoditas kedelai merupakan suatu kebutuhan yang penting untuk kalangan bawah – kalangan atas. Bagi kalangan menengah bawah Tempe merupakan sumber protein bagi mereka. Sehingga dengan Pentingnya komoditas ini bagi masyarakat Pemerintah seharusnya dapat menyediakan bahan baku dan dapat mengontrol harga kedelai.
     Namun dari sekian banyak kekurangan dari Pemerintah alangkah baiknya kita hargai dan mendukung semua yang di lakukan oleh Pemerintah. Muadah – mudahan  kejadian seperti ini dapat menjadi introspeksi bagi Pemerintah dalam menjalankan amanat masyarakat. Kita ketahui bahwa 100% dari bahan baku kita adalah impor maka wajar jika kedelai kita lebih mahal dari biasanya kalau kita tidak menerima mau bagaimana lagi, yang dapat kita lakukan bersama Pemerintah adalah melakukan perbaikan dan beljar mandiri itu penting.
    
Solusi Untuk permasalahan – permasyalahan akan bahan baku kedelai sebagai berikut
              Dengan  kondisi harga kedelai yang sekarang sangat tinggi yang di akibatkan oleh melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap dollar maka solusi jangka pendek yang dapat di lakukan oleh kopti sebagai wadah dari para pengrajin adalah

I.          Solusi Jangka Pendek ( kurang dari 1 tahun )

1.      Mogok kerja merupakan sesuatu yang kadang menjadi alternative untuk membangunkan para pejabat. Namun yang terpenting yang seharusnya di lakukan kopti dan para pengrajin adalah bagaimana mereka dapat melakukan efisiensi biaya.
2.      Menaikan Harga atau memperkecil ukuran untuk setiap bungkus tempe merupakan 2 langkah yang harus Kopti dan Para pengrajin pilih untuk menutupi harga bahan baku yang sedang Naik karna tanpa hal tersebut para pengrajin tidak mendapat keuntungan.
3.      Kopti harus memberikan Pelatihan kepada para pengrajin agar dapat menggunakan bahan baku kedelai se-efisien mungkin sehingga biaya produksi menjadi efisien. Karna dengan biaya produksi yang efisien maka tingkat keuntungan yang di peroleh akan lebih banyak.
 Presiden Soekarno telah mengingatkan kepada kita semua bahwa pangan merupakan soal mati-hidupnya suatu bangsa dan apabila kebutuhan pangan rakyat tidak dipenuhi maka bersiap menunggu “malapetaka”. Kita ha­rus terus mendorong untuk men­jaga ketahanan pangan nasional. Maka disini Pemerintah perlu melakukan beberapa kebijakan yang untuk menstabilkan harga kedelai sehingga kebutuhan akan kedelai juga akan terpenuhi.
  Kebijakan seperti pembebasan beamasuk bagi para importir merupakan kebijakan yang hanya akan menambah keuntungan untuk para importir. Hal yang seharusnya di lakukan Pemerintah dalam jangka pendek adalah menstabilkan harga kedelai.
1. BULOG perlu berperan kembali dalam penstabil harga kedelai seperti pada masa orde baru sehingga para importir tidak se-enaknya memainkan harga kedelai. Karna ketika harga kedelai naik turun maka para pengrajin akan merasa kesusahan  dalam mengaatur anggaran untuk biaya produksi.
2. Setelah Bulog di terapkan bulog juga di harapkan tidak memainkan harga kedelai kepada Koperasi temped an tahu di Indonesia.
3. Selama Harga masih dalam jumlah yang tidak wajar Pemerintah wajib melakukan subsidi kedelai untuk para pengrajin dengan skala usaha yang kecil. Untuk  pengrajin yang besar menurut saya masih dapat bertahan karna mereka mempunyai skala usaha yang besar sehingga biaya variable juga pasti lebih rendah

            Itulah Solusi jangka pendek yang dapat di lakukan oleh koperasi dan Pemrintah dalam mengatasi harga kedelai sekarang yang sangat tinggi .

II.      Solusi jangka Panjang. ( lebih dari 1 tahun)

           Solusi jangka panjang merupakan solusi yang penting di lakukan dengan tujuan untuk meningkatkan produksi kedelai nasional . Pemerintah harus mendorong swasembada  kedelai untuk mengatasi gejolak kelangkaan kedelai. Perlu di perhatikan juga bahwa dalam usaha penciptaan swasembada kedelai di butuhkan waktu yang cukup lama sehingga di perlukan komitmen yang sungguh – sungguh dari Pemerintah untuk mewujudkan hal tersebut. Berikut menurut saya cara yang harus di lakukan oleh Pemerintah dalam menciptakan swasembada kedelai untuk masa depan.

1              Membuat lahan khusus untuk meningkatkan produktivitas para petani
2       Pemerintah harus membantu para petani agar hasil kedelai local mempunyai kualitas yang tidak kalah dengan kedelai impor sehingga mampu bersing dalam hal harga dan dapat menambah minat para pengrajin untuk menggunakan kedelai local.
3           Ketika kedelai local  dengan kualitas yang baikn sudah tersedia maka Pemerintah wajib melakukan pembatasan impor kedelai sehingga hal tersebut akan mengurangi persaingan terhadap kedelai local.

Berikut Lampiran untuk mendukung Tugas Softkill observasi Koperasi

           1. Surat Keterangan Dari Kopti


2.    Rumah Tempe Indonesia (RTI) yang merupakan pabrik percontohan tempe yang memiliki standar HACCP









DAFTAR PUSTAKA


            WWW.Kopti-kabogor.blogspot.com

Rasyah, Husni (2012). 25 koperasi besar indonesiaAlex. Media Komputindo.Jakarta: Elex Media Komputindo


No comments:

Post a Comment