Salam

Assalamu Allaikum

Monday, 13 January 2014

Parpol harus introspeksi diri

Parpol Harus Introspeksi Diri

Partai politik merupakan suatu organisasi mempunyai andil yang dalam menghadirkan calon pemimpin bangsa. Tidak hanya calon presiden atau wakil persiden , Gubernur dan Walikota, tetapi juga calon pemimpin yang berada di legislatif maupaun di yudikatif. Sebagai contoh hakim yang ada di MA maupun MK, kemudian yang menentukan komisioner KPK, yang menentukan Gubernur BI, yang melakukan seksi tes pada Panglima TNI adalah Partai Politik. Inilah sebabnya penulis menulis tulisan ini.  

EKSISTENSI partai politik (parpol) di tanah air kembali dipertanyakan. Survei yang dirilis Cirus Surveyors Group (CSG) menunjukkan hanya 9,4% masyarakat yang bercara terhadap parpol. Ini merupakan survei ke sekian kali yang menunjukkan hasil yang sama. Beberapa waktu yang lalu beberapa survei juga mengatakan yang sama. Dan, salah satu yang memprihatinkan adalah kondisi ini terjadi menjelang gelaran Pemilu 2014 pada 9 April mendatang. Artinya, setelah sekian lama eksis di Tanah Air dan beberapa bulan menjelang pembuktian eksistensinya, parpol justru tidak mendapat kepercayaan dari publik. Hasil ini memang memantik kekhawatiran akan tingginya jumlah golongan putih (golput) atau golongan masyarakat yang memilih tidak mencoblos pada pemilu mendatang. 

Jika kita sama – sama  cermati maka yang perlu di salahkan dari hasil survey yang rilis olehCirus Surveyors Group (CSG) maka sebetulnya buka KPU yang kita salahkan. Tingkat golput yang tinggi merupakan dampak dari tingkat kepercayaan masyarakat kepada partai politik yang turun yang berdampak pada keengganan masyarakat untuk memilih.

 Seharusnya ini merupakan peringatan pada parpol di Indonesia untuk dapat introspeksi diri menuju 2014 yang tentu harus lebih baik dari tahun yang lalu. Dan kami masyarakat Indonesia pasti berharap demikian. Introspeksi diri yang kami inginkan adalah

1.       Parpol di Idonesia dapat mengahdirkan kader – kader yang bersih
2.      Partai politik yang dapat berkontribusi dalampembangunan Nasional secara maksimal baik .
3.      Partai politik yang dapat  berkontribusi dalam meningkatkat produktivitas bangsa.

Saya rasa 3 pokok itu yang merupakan kebutuhan dasar dengan pembangunan Nasional yang amburadul, kader – kader Parpol yang tersandung kasus Korupsi, dan Makin banyaknya produk asing baik di pasar Indonesia. Semoga ke depan partai politik di Indonesia dapat mewujudkan 3 pokok diatas. Amin.

          
           


No comments:

Post a Comment