Parpol
Harus Introspeksi Diri
Partai politik merupakan suatu
organisasi mempunyai andil yang dalam menghadirkan calon pemimpin bangsa. Tidak
hanya calon presiden atau wakil persiden , Gubernur dan Walikota, tetapi juga
calon pemimpin yang berada di legislatif maupaun di yudikatif. Sebagai contoh
hakim yang ada di MA maupun MK, kemudian yang menentukan komisioner KPK, yang
menentukan Gubernur BI, yang melakukan seksi tes pada Panglima TNI adalah
Partai Politik. Inilah sebabnya penulis menulis tulisan ini.
EKSISTENSI partai politik (parpol) di tanah air kembali dipertanyakan.
Survei yang dirilis Cirus Surveyors Group (CSG) menunjukkan hanya 9,4%
masyarakat yang bercara terhadap parpol. Ini merupakan survei ke sekian kali
yang menunjukkan hasil yang sama. Beberapa
waktu yang lalu beberapa survei juga mengatakan yang sama. Dan, salah satu yang
memprihatinkan adalah kondisi ini terjadi menjelang gelaran Pemilu 2014 pada 9
April mendatang. Artinya, setelah sekian lama eksis di Tanah Air dan beberapa
bulan menjelang pembuktian eksistensinya, parpol justru tidak mendapat
kepercayaan dari publik. Hasil ini memang memantik kekhawatiran akan tingginya
jumlah golongan putih (golput) atau golongan masyarakat yang memilih tidak
mencoblos pada pemilu mendatang.
Jika kita sama – sama
cermati maka yang perlu di salahkan dari hasil survey yang rilis
olehCirus Surveyors Group (CSG) maka sebetulnya buka KPU yang kita salahkan.
Tingkat golput yang tinggi merupakan dampak dari tingkat kepercayaan masyarakat
kepada partai politik yang turun yang berdampak pada keengganan masyarakat
untuk memilih.
Seharusnya ini merupakan peringatan pada parpol di
Indonesia untuk dapat introspeksi diri menuju 2014 yang tentu harus lebih baik
dari tahun yang lalu. Dan kami masyarakat Indonesia pasti berharap demikian.
Introspeksi diri yang kami inginkan adalah
1.
Parpol di Idonesia
dapat mengahdirkan kader – kader yang bersih
2.
Partai politik yang dapat berkontribusi dalampembangunan
Nasional secara maksimal baik .
3.
Partai politik yang dapat berkontribusi dalam meningkatkat produktivitas
bangsa.
Saya rasa 3
pokok itu yang merupakan kebutuhan dasar dengan pembangunan Nasional yang
amburadul, kader – kader Parpol yang tersandung kasus Korupsi, dan Makin
banyaknya produk asing baik di pasar Indonesia. Semoga ke
depan partai politik di Indonesia dapat mewujudkan 3 pokok diatas. Amin.
No comments:
Post a Comment