Akuntansi Dan Alokasi Modal
Pembuatan
Laporan keuangan merupakan tugas utama seorang akuntan. Akuntansi dibagi
menjadi dua yaitu akuntansi keuangan dan akuntansi manajerial. Akuntasi
keuangan adalah sebuah proses yang berakhir pada pembuatan laporan keuangan
menyangkut perusahaan secara keseluruhan untuk di gunakan baik oleh pihak –
pihak internal maupun pihak eksternal. Sedangkan akuntansi manajerial adalah
proses pengidentifikasian, pengukuran, penganalisaan, dan mengomunikasikan
informasi keuangan yang di butuhkan oleh manajemen untuk merencanakan ,
mengendalikan, dan mengevaluasi operasi sebuah perusahaan.
Tidak
hanya itu tugas seorang akuntan, seorang juga di tuntut untuk mengefisienkan
sumber daya yang terbatas. Dengan adanya sumber daya yang terbatas makan
manusia berusaha mengawetkan dan mengunakan secara efektif. Penggunaan sumber
daya secara efisien juga menentukan apakah sebuah bisnis akan sukses dan
tumbuh. Fakta ini menempatkan beban berat terhadap profesi akuntansi.
Dalam
menciptakan efisiensi terhadap sumber daya yang terbatas seorang akuntan harus
mengukur kinerja secara akurat, wajar dan tepat waktu, agar para manajer dan
perusahaan mampu menarik modal investasi. Sebagai contoh informasi keuangan
yang relevan dan dapat di percaya memungkinkan investor dan kreditor
membandingkan laba setiap aktiva yang di miliki perusahaan – perusahaan. Karena
para pemakai tersebut dapat menilai pengembalian serta resiko relative yang
berhubungan dengan peluang investasi , maka dapat menyalurkan sumber daya
secara efektif.
Proses
alokasi modal yang efektif sangat penting bagi kesehatan sebuah perekonomian ,
merangsang produktivitas , mendorong inovasi , dan menyediakan pasar securitas
serta pasar kredit yang efisien dan liquid untuk membeli serta menjual sekuritas
dan memperoleh serta menjamin pinjaman. Informasi yang tidak dapat di andalkan
dan tidak relevan akan menimbulkan alokasi modal yang buruk , yang selanjutnya
akan berdampak negative terhadap pasar.
No comments:
Post a Comment